Petani dan Petambak di Lamongan Diimbau Tak Gunakan Air Bengawan Solo

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 10:57 WIB
Air Sungai Bengawan Solo (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan - Dampak berubahnya air Bengawan Solo di Lamongan berimbas ke petani. Air dari sungai terpanjang di Jawa tersebut diketahui belum memenuhi syarat untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan. Pemkab Lamongan pun mengeluarkan edaran terkait ini. Isinya?

Plt Asisten Ekbang Pemkab Lamongan, Pujo Broto Awan P membenarkan pihaknya mengeluarkan edaran yang dikirim ke seluruh camat terkait kondisi air sungai Bengawan Solo.

"Betul mas. Karena ada beberapa petani yang berharap untuk menggunakan air Bengawan solo untuk sawah dan tambaknya, padahal tidak layak," kata Pujo Broto saat dikonfirmasi, Rabu (18/12/2019).

Hasil pengujian laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Perum Jasa Tirta, jelas dia, menunjukkan hasil sementara bahwa kualitas air Sungai Bengawan Solo belum memenuhi syarat untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan. Namun hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium secara lengkap.


"Pemkab Lamongan bersama Perum Jasa Tirta I terus mengupayakan agar kualitas air Sungai Bengawan Solo di wilayah Lamongan segera normal dan dapat difungsikan kembali untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan," ujar Pujo.

Terkait hal ini, lanjut Pujo, pihaknya telah mengirim edaran di seluruh Lamongan yang isinya meminta para camat untuk memberikan imbauan para petani. Imbauan tersebut meminta masyarakat agar menghindari penggunaan air Sungai Bengawan Solo untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan sampai dengan kualitas air sungai kembali normal.

"Kalau untuk PDAM masih bisa, karena air sudah melalui proses," tandas Pujo yang berharap agar edaran ini disampaikan ke petani di Lamongan.

Seperti diketahui, warga di sekitar aliran Bengawan Solo mengatakan, air sungai mulai berubah warna menjadi coklat kehitaman, Selasa (10/12/2019). Perubahan warna di Bengawan Solo ini juga sempat masuk ke PDAM Lamongan yang menjadikan Sungai Bengawan Solo sebagai air baku saat ini sudah berangsur normal.


Tonton juga Sungai Bengawan Solo Menghitam, Indikasi Tercemar Limbah :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)