Hilirisasi dan Kewirausahaan Perkebunan Pemprov Jatim Berbuah Penghargaan

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 19:35 WIB
Foto: dok. Istimewa
Surabaya - Hilirisasi dan kewirausahaan bidang perkebunan yang dikembangkan Pemprov Jatim mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Penghargaan kategori ini hanya diberikan kepada Gubernur Jatim dan Gubernur Sulawesi Barat.

Penghargaan ini diserahkan Dirjen Perkebunan Kementan RI kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Karyadi, yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Melalui penghargaan ini, Pemprov Jatim menjadi satu-satunya pemerintah provinsi di Indonesia yang memberikan dukungan pendanaan kepada kelompok tani perkebunan.

Penghargaan ini juga diraih atas komitmen Khofifah dalam memberikan dukungan pendanaan kepada kelompok tani perkebunan. Di Jatim, kelompok tani perkebunan diberi pendanaan dengan memanfaatkan dana bergulir senilai hampir Rp 40 miliar.


Selain itu, mereka difasilitasi bantuan alat-alat pengolahan untuk mewujudkan Jatim Agro. Khususnya bagi kelompok tani kopi dan kakao. Upaya ini dapat meminimalkan adanya ijon petani kopi dan pengembangan produk hilir di kelompok tani kopi dan kakao.

Atas penghargaan ini, Khofifah menyampaikan rasa syukur dan bangganya. Menurutnya, ini menjadi bagian dalam program Nawa Bhakti Satya, yakni Jatim Agro melalui program Petik, Olah, Kemas, Jual.

"Ini menjadi ikhtiar dan komitmen kami dalam rangka meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku industri hilir sektor perkebunan di Jatim. Semoga ini menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan program-program yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para pekebun dan industri olahan sektor perkebunan," kata Khofifah di Jakarta, Rabu (11/12/2019).


Untuk memperkuat industri olahan makanan dan minuman di Jatim, Khofifah akan mengembangkan berbagai kluster agar mempermudah pembinaan dan pengembangan. Pemprov juga bekerja sama dengan Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) untuk memberikan layanan di lima badan kordinator wilayah (bakorwil) di Jatim, yaitu di Pamekasan, Bojonegoro, Jember, Malang, dan Madiun.

"Layanan di lima bakorwil ini dimaksudkan untuk mendekatkan layanan izin Badan POM terkait makanan dan minuman juga berbagai ramuan tradisional Madura agar dapat izin edar," imbuhnya.

Selain itu, Jatim memiliki berbagai keunggulan industri olahan makan dan minuman. Khususnya yang bersumber dari sektor perkebunan, misalnya cokelat dengan berbagai varian industri hilirnya, kopi dengan berbagai varian rasa dan kemasannya, dan sebagainya. (hil/iwd)