Pantai Bohai Probolinggo Sempat Tercemar Buih, Ini Penjelasan PT PJB

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 09 Des 2019 21:30 WIB
Buih putih yang ada di Pantai Bohai (M Rofiq/detikcom)
Buih putih yang ada di Pantai Bohai (M Rofiq/detikcom)
Probolinggo - Hamparan buih putih sempat mencemari lingkungan di Pantai Bohai, Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Dari informasi yang dihimpun, paparan buih putih terjadi pada Jumat (6/12) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

Buih putih tersebut melimpah dan nyaris menutup seluruh bibir pantai. Buih itu datang secara tiba-tiba dan menjadi tontonan para pengunjung pantai.

Untuk mengatasi hal ini, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) melakukan penanganan busa di Pantai Bohai. Dalam tempo dua jam, busa yang tersebar di sebagian kecil Pantai Bohai dapat disingkirkan dan tidak menimbulkan residu berkelanjutan.

"PLTU Paiton 9, pascakejadian, mulai hari Jumat, 6 Desember 2019, hingga Minggu, 8 Desember 2019, melakukan pemantauan dan pengambilan contoh uji air laut di Pantai Bohai dan sekitarnya," kata Kepala Bidang Stakeholder Management Doddy Nafiudin dalam siaran pers yang diterima detikcom di Surabaya, Senin (9/12/2019).

Doddy memaparkan hari ini pihaknya juga menggandeng tim teknis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo untuk melakukan pemantauan kualitas air laut. Hal ini dilakukan dengan pengambilan contoh uji air laut di Pantai Bohai dan sekitarnya.


"Dari hasil pengujian didapatkan bahwa contoh uji air laut masih memenuhi baku mutu yang tertuang dalam izin yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ungkap Doddy.

"PLTU Paiton 9 menggandeng tim teknis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo untuk terus memantau pengambilan contoh uji air laut yang dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas air laut masih memenuhi baku mutu. Hasil yang didapatkan adalah klorin bebas sama dengan 0,08 mg/liter di bawah baku mutu 0,5 mg/liter. Suhu uji air laut adalah 37,2 derajat Celsius, di bawah baku mutu 40 derajat Celsius," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Doddy memaparkan kemungkinan munculnya buih di Pantai Bohai. Hal ini berawal dari mesin penghasil klorin yang berfungsi agar biota laut tidak menempel pada peralatan pipa pendingin mesin pembangkit dalam kondisi proses perbaikan, sehingga pada Jumat siang (6/12) dilakukan injeksi pengganti klorin, yaitu Biocyde.

Biocyde merupakan produk ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami atau bio-degradable. Biocyde juga sesuai dengan standar yang teregistrasi dan disetujui oleh Department of Environmental and Department of Transportation United Kingdom, Hong Kong-EPA, Hong Kong Department of Environmental Protection, EPA Sydney.


"Lalu pada pukul 16.00 WIB, manajemen PLTU Paiton 9 mendapat informasi dari warga terdapat busa di sebagian kecil pinggiran Pantai Bohai. Melalui respons yang cepat, manajemen PLTU Paiton 9 pada pukul 16.10 WIB langsung menerjunkan tim dan bersama warga sekitar serta aktivis lingkungan melakukan pembersihan Pantai Bohai dari busa. Dalam kurun waktu hanya 2 jam, tepatnya pukul 18.00 WIB busa telah hilang seluruhnya dari pantai," papar Doddy.

Sementara itu, Doddy menyebut pihaknya akan berkomitmen tetap menjaga dan melestarikan lingkungan. Salah satunya dari penggunaan Biocyde sebagai pengganti klorin yang juga produk ramah lingkungan.

"Meskipun sangat jarang terjadi, untuk mengantisipasi kejadian yang sama terulang, PLTU Paiton 9 meningkatkan keandalan mesin penghasil klorin, memasang sistem pengendali foaming serta penambahan CCTV di saluran sirkulasi air pendingin," pungkasnya. (hil/iwd)