Bercanda Soal Bom di Pesawat Sangat Berbahaya, Begini Sosialisasinya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Minggu, 08 Des 2019 21:33 WIB
Foto: Deny Prastyo Utomo
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Masih banyak penumpang pesawat yang tak sadar bahwa bercanda soal bom adalah bahaya. Itu adalah salah satu sosialisasi yang dilakukan Otoritas Bandar Udara Wilayah III.

Sosialisasi dilakukan di Taman Bungkul dengan tema 'Keselamatan Penerbangan Sipil Berawal Dari Kita Semua'. Selain mensyosialisasikan langsung kepada masyarakat, mereka juga membawa sejumlah poster yang bertuliskan imbauan beserta pasal-pasal yang dikenakan jika dilanggar.

Salah satunya yakni 'Bahaya Balon Udara Yang Terbang Bebas Bagi Pesawat Udara' dan 'Dilarang Bercanda Tentang Bom di Bandara dan di Pesawat' serta 'Barang Yang Boleh Dibawa ke Kabin Pesawat'.

"Kampanye ini tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga stakeholder terkait dengan keselamatan dan keamanan penerbangan," kata Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Nafhan Syahroni kepada wartawan di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (8/12/2019).

Syahroni menambahkan ada dua kategori masyarakat yang disasar dalam sosialisasi ini, yakni masyarakat sebagai pengguna transportasi udara dan di sekitar bandara. Menurut Syahroni semuanya memiliki peran dan tanggung jawab terkait keselamatan dan penerbangan.


"Kampanye ini rutin kami lakukan. Biasanya tidak di tempat seperti ini, di dalam bandara Juanda dan bandara-bandara lain kita lakukan berkelanjutan. Tetapi kali ini sekalian memperingati Hari penerbangan sipil internasional yang jatuh pada tanggal 7 Desember," ungkap Syahroni.

Syahroni menegaskan dalam sosialisasi ini ada beberapa poin penting yang ditekankan kepada masyarakat. Salah satunya terkait barang bawaan apa saja yang diperbolehkan saat di pesawat.

"Masyarakat sebagai pengguna tranportasi udara, maka yang harus diperhatikan barang bawaannya kalau mau terbang misalnya power bank, itu ada batasannya mana yang boleh atau tidak, kemudian tidak boleh bawa gunting, pisau dan sebagainya, nanti kalau bawa ditaruh bagasi. Kemudian di jalur internasional cairan yang dibawa harus diperhatikan," ujar Syahroni.

Kemudian terkait masyarakat yang bukan penguna jasa transportasi udara, Syahroni menjelaskan batas-batasan yang bisa membahayakan penerbangan salah satunya terkait balon udara.

"Misalnya yang ada di lingkungan bandara yang perlu diperhatikan, misalnya tidak menggunakan laser, pointer. Itu tidak boleh diarahkan ke pesawat, karena itu bisa mengganggu pilot pada saat mau landing. Kemudian tidak boleh menaikkan layang-layang dan tidak boleh menerbangkan balon udara yang besar-besar misalkan dalam rangka lebaran, itu yang kita imbau kepada masyarakat," imbau Syahroni.


Terkait pelanggaran menerbangkan balon udara yang sempat mengganggu penerbangan, Syahroni mengungkapkan jika pihaknya sudah memproses dan beberapa kasus sudah dinaikkan pada tahap penyidikan.

"Kami sudah proses bersama PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) dan juga kepolisian dan beberapa sudah dilakukan tahap penyidikan dan tinggal nanti penuntutan," ungkap Syahroni.

Sementara itu, mendekati natal dan tahun baru yang diprediksikan jumlah pengguna jasa transportasi udara meningkat. Pihak Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III akan meningkatkan pengawasan di sejumlah bandara yang dinaunginya.

"Secara rutin kami juga akan melakukan inspeksi di bandara-bandara di wilayah kita. Kebetulan di wilayah kita ada 16 bandara," tandas Syahroni. (iwd/iwd)