Pembobolan Kartu kredit WNA, Ditemukan Rp 2,6 M di Rekening Pacar Hacker

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 19:51 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Kasus pembobolan kartu kredit milik WNA oleh 18 hacker Surabaya masih terus bergulir. Kali ini, polisi menemukan aliran dana sebesar Rp 2,6 miliar di rekening milik NR atau Novi Rosalina, karyawan yang juga kekasih salah satu hacker.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan aliran dana ini diketahui dari hasil pengembangan penyidikan. Selain itu, pihaknya juga melakukan digital forensik, penelusuran uang hingga berita acara pemeriksaan.

"Ada transaksi aliran dana, setelah ditelusuri akhirnya kami dapatkan dari saudara NR yang saat ini sedang diperiksa," kata Luki saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (6/12/2019).

"Aliran dana ini dari rekening saudara NR, karyawan dan pacarnya juga si HK, manajemen keuangannya," imbuh Luki.


Luki menambahkan pihaknya sudah menyita sebagian uang dari upaya kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tersebut. Menurut Luki, kasus ini masih akan berkembang.

"Ini dari bank sudah kami tarik, yang sebagian sudah kami tarik dan sebagiannya belum. Kami koordinasi ada sebesar Rp 2,6 miliar sementara ini, sementara ini baru Rp 2,6 miliar yang kita sita dan ini akan kita kembangkan," imbuhnya.

Selain itu, Luki menyebut para pelaku juga menggunakan hasil kejahatan cyber ini untuk membeli mobil mewah. Pihaknya juga telah menyita mobil ini.

"Ada dua mobil yang mana hasil kejahatan ini untuk membeli mobil dan akan kami kembangkan yang lain karena ini terus dari para pelaku-pelaku ini masih banyak yang bisa kita dalami, karena masih ada yang tertutup," lanjut Luki.

Untuk itu, Luki menyebut akan melakukan penyelidikan mendalam. Karena ada kemungkinan dialirkannya keuntungan para hacker ini ke rekening lain.

"Ini akan kami ini akan kami kembangkan makanya kasus ini nanti akan menarik kalau kita pelan-pelan nanti. TPPUnua sudah ada tapi nanti kita akan kembangkan. Di mana kejahatan ini ditampung dalam 1 rekening dan di situ nanti akan dialirkan ke rekening-rekening tertentu. Sudah ketahuan alirannya," pungkasnya.


Sebelumnya, polisi menangkap 18 hacker pembobol kartu kredit milik Warga Negara Asing (WNA) Amerika hingga Eropa. Dalam sebulan, sindikat ini mengantongi keuntungan sekitar 400 US$ atau setara dengan Rp 48 juta. Sedangkan dalam setahun, bisa mencapai Rp 6 miliar.

Penangkapan ini dilakukan di sebuah toko di Balongsari Tama, Tandes Surabaya. Bahkan, polisi menyebut para pelaku telah melakukan aksinya sejak tiga tahun lalu. Dari penangkapan ini, Polisi mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari komputer, handphone, hingga puluhan rekening bank.

Simak Video "Polda Metro Tetapkan 13 Tersangka dalam Kasus Satpol PP Bobol ATM"

[Gambas:Video 20detik]

(hil/iwd)