Didukung Teknologi Efisien, MDKA Naikkan Target Produksi Emas di 2019

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 21:24 WIB
Foto: Ardian Fanani
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), perusahaan tambang mineral nasional, menaikkan target produksi emas tahun ini. Dari 180.000-200.000 ounce (oz) menjadi 200.000-220.000 oz.

Hingga kuartal III 2019, MDKA mencatatkan produksi emas sebanyak 174.216 ounce (oz). Peningkatan target produksi tersebut didukung dengan optimalisasi teknologi dan efisiensi biaya operasional.

Corporate Secretary MDKA Adi M. Soekri menjelaskan produksi utama emas perseroan berasal dari tambang Tujuh Bukit di Gunung Tumpangpitu, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi yang dikelola oleh anak usaha MDKA, PT Bumi Suksesindo (BSI). Adapun tambang emas Pani di Gorontalo yang baru diakuisisi tahun 2018 masih dalam tahap eksplorasi.

"Sejak memulai eksplorasi 1 Desember 2016, BSI berhasil membangun sistem kerja yang optimal dengan didukung teknologi yang membuat operasional tambang Banyuwangi semakin efisien. Kenaikan target produksi emas di 2019 ini juga menjadi bukti bahwa aktivitas tambang di Tujuh Bukit solid," jelas Adi saat menyampaikan paparan pada media gathering di lokasi tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Kamis (5/12/2019).

Adi menambahkan untuk meningkatkan produksi, BSI pada saat ini sedang melanjutkan proses eksplorasi sumberdaya porfiri tembaga dan emas pada Upper High Grade Zone (UHGZ). Nilai investasi yang telah dihabiskan mencapai Rp 400 miliar sejak kuartal I 2018 hingga saat ini.


"Komitmen kami adalah memperkuat cadangan untuk kesinambungan tambang ini dalam jangka panjang. Penguatan fundamental ini tentunya sangat dibutuhkan untuk memastikan kinerja MDKA terus tumbuh positif," tambah Adi.

Untuk meminimalisir dampak lingkungan, proses produksi emas di tambang Tujuh Bukit menggunakan teknologi heap leach yang lebih ramah lingkungan. Dalam sistem tersebut, batuan yang mengandung mineral ditumpuk di suatu tempat khusus yang dibangun dengan alat plastik HDPE yang menyerupai sebuah wadah yang dibangun antara lain dengan lapisan tanah liat serta dipasangi alat monitor untuk menjaga dan memastikan agar cairan tersebut tidak mencemari lingkungan.

Dengan sistem penambangan berteknologi heap leach menggunakan sianida untuk melarutkan mineral tambang, dan setelah dicampur dengan air, sianida ini ditempatkan di areal khusus dan akan digunakan secara terus menerus dengan sistem pengawasan secara ketat.

Perusahaan juga turut memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar daerah operasional perusahaan. MDKA melalui BSI melakukan tanggung jawab sosial lewat program berbasis empat pilar yaitu pemberdayaan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan partisipasi dalam bidang infrastruktur.

"BSI juga berhasil menjaga lingkungan kerja yang kondusif dan aman dengan mencapai 17,3 juta jam kerja bebas dari cidera kerja berkat pelaksanaan sistem operasional kerja yang ketat dan disiplin," kata Adi.

Menurut Adi, MDKA akan terus mengoptimalkan aset-aset tambang yang dimiliki perseroan. Selain di Tujuh Bukit Banyuwangi, MDKA mengelola dan mengembangkan proyek tambang strategis di dua lokasi lainnya yakni tambang tembaga Wetar di Pulau Wetar, Maluku, dan tambang emas Pani di Gorontalo.


Pada tahun ini, tambang tembaga Wetar ditargetkan memproduksi tembaga sebanyak 18.000-20.000 ton tembaga. Tambang Wetar terdiri dari Pit Lerokis dan Pit Kali Kuning dengan cadangan bijih sebesar 3,3 juta ton dengan kadar tembaga 2,81% sebanyak 93.000 ton tembaga.

Selain itu juga terdapat cadangan sumber daya mineral sebesar 9,8 juta ton dengan kadar tembaga 1,99% yang mengandung sekitar 196.000 ton tembaga. Adapun tambang emas Pani di Gorontalo, MDKA memiliki wilayah eksplorasi sekitar 100 hektare.

"Kami optimistis dengan aset tambang emas dan mineral yang dimiliki, MDKA akan semakin menempatkan posisinya sebagai perusahaan tambang terkemuka di dunia. Dukungan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi menjadikan value perusahaan juga akan terus meningkat," kata Adi lebih lanjut.

Penjualan MDKA hingga September 2019 mencapai 179.643 oz emas dan 262.189 oz perak. Jumlah ini setara dengan penjualan perusahaan sebesar US$ 251,95 juta dari proyek Pertambangan Tujuh Bukit, Banyuwangi. Adapun penjualan dari proyek tembaga di Wetar pada waktu yang sama mencapai 12.804 ton tembaga senilai US$ 77,83 juta. (iwd/iwd)