Balita di Madiun Meninggal dengan Kulit Melepuh, Ortu Lapor Polisi

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 18:39 WIB
Jenazah Noval di rumah duka (Sugeng Harianto/detikcom)
Madiun - Balita di Madiun meninggal dengan kondisi kulit melepuh. Merasa kematian sang anak tidak wajar, orang tua korban melapor ke polisi.

Balita itu bernama Muhamad Noval Muhtarom (4). Ia putra pasangan Sadikan (38) dan Tarmiati (40), warga RT 13 RW 02, Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Sadikan mendatangi kantor Satuan Reskrim Polres Madiun. Ia melaporkan Klinik Wahyu Husada, yang diduga memberikan obat salah kepada anaknya saat berobat karena demam.


"Orang tua korban baru melapor hari ini atas anaknya yang meninggal diduga ada kesalahan pemberian obat," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12/2019).

Setelah ada laporan orang tua korban, kata Logos, pihaknya akan segera menjadwalkan agenda pemeriksaan saksi. Saksi pertama yang akan diperiksa adalah kedua orang tua korban selaku pelapor dalam kasus ini.

"Segera kami jadwalkan untuk pemeriksaan saksi. Tentu yang pertama lapor yang kami periksa," imbuhnya.

Logos kemudian bercerita, berdasarkan keterangan orang tua Noval, kulit Noval melepuh setelah menjalani perawatan dan meminum obat dari Klinik Wahyu Husada di Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun.

"Kejadian ini bermula ketika Noval mengalami panas dan batuk pada Sabtu (30/11). Orang tuanya kemudian membawanya ke klinik Wahyu Husada, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya pada Minggu (1/12) sekitar pukul 05.00 WIB karena mengalami panas dan demam," paparnya.


Data yang dihimpun detikcom, perawat yang saat itu memeriksa Noval kemudian memberikan obat dengan resep berbeda dari obat yang diberikan sebelumnya. Senin (2/12) sekitar pukul 13.00 WIB, Noval kembali dibawa orang tuanya ke klinik dengan kondisi semakin parah.

Di bagian kulit tangan dan wajah terdapat benjolan seperti orang mengalami sakit cacar air. Hingga akhirnya, pihak klinik merujuk Noval ke RSUD dr Soedono Kota Madiun karena dinilai memiliki peralatan yang lebih lengkap.

Namun saat itu proses rujukan mengalami kendala. Tak ingin menunggu terlalu lama, kemudian diputuskan untuk membawa Noval ke RS Santa Clara, Kota Madiun, hingga akhirnya Noval meninggal dunia. (sun/bdh)