detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 19:30 WIB

Selidiki Pencemaran Sungai Avur Budug Jombang, Ini yang Dilakukan KLHK

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selidiki Pencemaran Sungai Avur Budug Jombang, Ini yang Dilakukan KLHK Ikan yang mati karena limbah Sungai Budug (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang - Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelidiki pencemaran Sungai Avur Budug Kesambi di Jombang. Saat ini petugas sedang memastikan sumber limbah yang membuat sungai tersebut tercemar klorin dan belerang.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa, Bali, NTB/NTT Muhammad Nur mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim penyelidik ke Sungai Avur Budug Kesambi yang tercemar limbah di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Tim yang dia terjunkan salah satunya mengambil sampel air dari pipa pembuangan limbah milik sejumlah pabrik di sekitar Avur Budug Kesambi. Saat ini sampel air limbah itu masih diteliti di UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim.

"Sampel kami ambil dari pipa pembuangan limbah milik pabrik-pabrik yang kami curigai membuang limbah yang mencemari sungai," kata Nur saat dihubungi detikcom, Selasa (3/12/2019).

Hasil uji laboratorium sampel air limbah yang diambil Balai Gakkum KLHK, lanjut Nur, nantinya akan dibandingkan dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan DLH Kabupaten Jombang. Karena DLH Jombang hanya mengambil sampel air dari Avur Budug Kesambi.


"Sampel yang diambil DLH Jombang hanya dari sungai, sehingga tidak bisa mengarah ke satu perusahaan sumber pencemaran. Oleh sebab itu, nanti kami kompilasikan sampel yang kami ambil dengan sampel DLH Jombang," terangnya.

Nur menambahkan, sampel air limbah dari pipa pembuangan beberapa pabrik di sekitar Avur Budug Kesambi telah dikirim ke UPT Laboratorium Lingkungan DLH Jatim sekitar sepekan yang lalu. Sampai hari ini hasil uji laboratorium sampel tersebut belum keluar.

"Belum bisa kami pastikan kapan keluar hasilnya. Karena tergantung sedikit-banyaknya order di UPT Laboratorium," tandasnya.

Pencemaran Sungai Avur Budug Kesambi ini lebih dulu ditangani DLH Kabupaten Jombang. Petugas telah melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel air sungai ini.

"Hasil labnya, (air) mengandung belerang dan klorin. Tapi yang cenderung itu belerangnya. Batas baku mutunya kalau tidak salah maksimal 0,02. Ini yang terjadi lebih dari itu," terang Kepala Bidang Wasdal Gakkum DLH Kabupaten Jombang Yuli Inayati, Kamis (28/11).


Dampak pencemaran Avur Budug Kesambi cukup luas. Mulai merusak ekosistem sungai, mematikan tanaman petani, hingga membuat warga sakit kulit.

Air Sungai Avur Budug Kesambi ini terlihat berwarna hitam kecokelatan. Sungai dengan lebar sekitar 4 meter ini juga tampak berbuih dan mengeluarkan bau tidak sedap. Tidak hanya itu, di dalam sungai juga ditemukan beberapa ikan yang mati.

Tim Balai Gakkum yang turun bersama petugas DLH Jombang berhasil menemukan 2 pipa tersembunyi dari pabrik kertas di dekat Avur Budug Kesambi. Pipa berdiameter 4 dim ini ditanam di dalam tanah menuju ke Sungai Kibik. Diduga limbah dibuang melalui pipa ini ke Sungai Kibik yang selanjutnya mengalir ke Avur Budug Kesambi.

Karena jika sesuai izin yang dimiliki pabrik kertas, seharusnya mereka membuang limbahnya ke Avur Watudakon di belakang pabrik. Tentunya limbah yang dibuang setelah diolah di instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik perusahaan tersebut.


Tonton juga Bangkai Trenggiling Tak Bersisik Ditemukan di Pinggir Sungai Jambi :

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com