detikNews
2019/12/03 09:53:54 WIB

Warga Banyuwangi Gelar Pelatihan Olah Kuliner Ritual agar Tak Punah

Ardian Fanani - detikNews
Halaman 1 dari 3
Warga Banyuwangi Gelar Pelatihan Olah Kuliner Ritual agar Tak Punah Pelatihan olah masakan ritual (Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Puluhan anak muda didampingi Barisan Pemuda Adat Nusantara-Osing (BP AMAN) mempelajari olah kuliner ritual Using Banyuwangi. Itu dilakukan karena khawatir tradisi mengolah makanan ritual tak lagi lestari.

Mereka mempelajari olah makanan ritual Using dengan diprakarsai Program Kemitraan Masyarakat (PKM) salah satu universitas swasta di Banyuwangi. Olahan yang dipelajari seperti tumpeng serakat, petheteng pecel pitik, gecok gempol, dan jangan (sayur) banci.

Kuliner ini merupakan sesaji yang ditampilkan dalam acara ritual adat tradisi masyarakat sekitar. Pelatihan digelar di beberapa lokasi, yang masih memiliki ritual adat dan istiadat sakral. Seperti Desa Kemiren, Kelurahan Mojopanggung, dan Glagah.


Wiwin Indiarti, perwakilan PKM yang menjadi koordinator pelatihan olah makanan ritual Using, mengatakan proses pewarisan pengolahan makanan ritual berlangsung turun-menurun secara lisan, sehingga ilmu mengolah makanan ritual tidak tersebar secara luas.

Dikhawatirkan, seni mengolah makanan ritual ini akan hilang. Karena itu, perlu upaya transfer ilmu olah makanan pada generasi muda agar seni mengolah makanan ini tetap lestari.

"Kami tim PKM mengadakan pelatihan olah makanan ritual Using. Satu paket ada tiga pelatihan. Pertama olah makanan ritual di Kemiren, kedua di Cungking (Kelurahan Mojopanggung), dan ketiga di Andong (Desa Tamansuruh)," katanya kepada detikcom, Selasa (3/12/2019).
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com