Nasib Jariyah yang Tak Bisa Melihat Gara-gara Benjolan di Kedua Mata

Nasib Jariyah yang Tak Bisa Melihat Gara-gara Benjolan di Kedua Mata

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 09:14 WIB
Jariyah (50) saat dijenguk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Ny Luki Indartato. (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Jariyah (50) saat dijenguk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan Ny Luki Indartato. (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan - Seorang perempuan di Pacitan kehilangan penglihatannya karena terdapat benjolan di kedua matanya. Penyakit misterius itu bermula dari serangan serangga.

Mengenakan kaus merah dan celana coklat, ia berada di antara kerabat yang menunggunya di Ruang Mawar RSUD dr Darsono. Sementara itu, jilbab putih menutupi rambutnya yang telah bercampur uban. Sesekali dia berupaya duduk. Namun sebentar kemudian rebahan lagi.

Perempuan itu bernama Jariyah (50). Tanpa sebab pasti, ibu tiga anak kehilangan penglihatannya dalam 8 bulan terakhir. Kedua matanya terus membengkak hingga sebesar buah sawo. Kondisi itu membuat bola matanya tak lagi berada pada posisi semula. Suara menjadi satu-satunya sarana komunikasi bagi warga Desa Temon, Kecamatan Arjosari, tersebut.

"Ayo, salaman dulu," ucap Irmaisah (18), putri bungsu Jariyah, sambil memegangi tangan ibunya, Senin (2/12/2019) malam.


Saat itu beberapa pembesuk tiba di Ruang Mawar RSUD dr Darsono. Salah satunya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan, Ny Luki Indartato.

Kepada istri Bupati Pacitan tersebut, Jariyah bercerita awal mula penyakit misterius menyerang indera penglihatannya. Kala itu dirinya sedang mencari kayu bakar di hutan. Saat membersihkan daun yang menempel di dahan, istri Muri (60) itu merasa ada seekor binatang menyambar mata kanannya.

"Kados wonten walang ngoten, nyamber mripat tengen (Seperti ada belalang begitu, menyambar mata kanan)," katanya terkait peristiwa yang tak dia ingat hari dan tanggalnya itu.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3