Gandeng SRC, Pemprov Jatim Terus Berupaya Stabilkan Harga Bahan Pokok

Hilda Meilisa - detikNews
Minggu, 01 Des 2019 13:27 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Menjelang Hari Besar Keagamaan di Jawa Timur, masyarakat tidak perlu resah menghadapi kenaikan harga. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim memiliki kiat khusus dalam menstabilkan harga pangan.

Salah satunya menggandeng Sampoerna Retail Community (SRC) yang merupakan program pemberdayaan UKM. SRC ini menjangkau lebih dari 120.000 mitra retail tradisional di 408 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia.

"Memang Jawa Timur ini sesuai dengan arahan Ibu Gubernur, salah satu program prioritasnya itu adalah stabilitas bahan pokok. Baik bahan pokok berupa beras kemudian minyak goreng, telur, daging dan ayam, serta beberapa bahan pokok yang diatur dalam Perpres nomor 71 2015," kata Kadisperindag Jatim Drajat Irawan di Festival SRC Indonesia di Surabaya, Minggu (1/12/2019).

"Hari ini ada satu agenda untuk stabilisasi bahan pokok, ada satu komunitas yang namanya Sampoerna Retail Community ini punya jejaring untuk Jawa Timur sekitar 11 ribu sampai 13.000, di mana dia connect dengan penyedia bahan toko, otomatis antara penyedia dengan toko SRC ini atau toko kelontong ini menjadi mudah mendapatkan bahan pokoknya," papar Drajat.

Selain itu, Drajat menambahkan di SRC ada aplikasi yang mempermudah konsumen. Jadi, para pembeli bisa mengecek ketersediaan bahan pokok hingga harga barang.


"Kemudian juga ada aplikasi dari SRC ke konsumen sehingga makin mudah. Dengan kata lain masyarakat bisa langsung akses. Jadi waktu ada hari besar keagamaan mereka tidak usah khawatir langsung bisa memantau dari aplikasi," imbuh Drajat.

Di kesempatan yang sama, ada pula peluncuran mobil Jumat Berkah. Mobil ini akan berkeliling kampung-kampung seluruh Jatim untuk membantu menstabilkan harga.

"Mobil Jumat berkah ini sebetulnya nanti akan disiapkan ketika hari besar keagamaan, itu mobil akan keliling di mana kampung kampung yang perlu bahan pokok. Ketika tidak ada hari besar keagamaan, maka tiap Jumat kita akan keliling ke tempat-tempat yang diperlukan misalnya di masjid dan di masyarakat yang membutuhkan," jelas Drajat.

Tak hanya itu, ada pula 100 relawan Garda Indag. Relawan ini juga akan menyediakan masyarakat untuk membeli dan mencintai produk-produk Indonesia.

"Jadi Disperindag bersama dengan HM Sampoerna dan SRC ini mengedukasi relawan-relawan yang menjadi salah satu fasilitas, bagaimana cinta produk Indonesia. Ini akan dilatih oleh Disperindag, serta materi Aku Cinta Indonesia, sehingga mereka nanti akan menjadi penjelas ritel, supaya kita ini menjaga kedaulatan pasar dalam negeri," tambah Drajat.


Head of Zone Jawa Timur, Melinda Siauw menambahkan melalui SRC, Sampoerna memberikan dukungan non-moneter berupa pelatihan manajemen toko. Selain itu, pihaknya akan mengajarkan pengembangan bisnis, infrastruktur berbasis digital, hingga perluasan jaringan sosial melalui komunitas paguyuban.

"Program pembinaan UKM terintegrasi yang kami jalankan melalui SRC bertujuan untuk meningkatkan daya saing toko kelontong dengan menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada pemilik toko kelontong sebagai pelaku UKM, melalui dukungan secara berkelanjutan mulai dari pemberdayaan hingga pembangunan kapabilitas UKM," pungkasnya. (hil/iwd)