Khofifah dan Anggota DPRD Jatim Kompak Makan Telur di Rapat Paripurna

Khofifah dan Anggota DPRD Jatim Kompak Makan Telur di Rapat Paripurna

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 19:53 WIB
Khofifah dan anggota DPRD Jatim makan telur (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Khofifah dan anggota DPRD Jatim makan telur (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Ada yang menarik dalam rapat Paripurna DPRD Jatim dengan agenda pengesahan APBD Jatim 2020 senilai Rp 35 Triliun. Gubernur Khofifah Indar Parawansa beserta anggota DPRD serentak makan telur asli dari peternak Jatim.

Kegiatan ini dilakukan menyikapi isu telur Jatim yang mengandung zat dioksin. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat jika telur dari peternak Jatim aman dikonsumsi.

Telur-telur ini berbentuk telur rebus yang menjadi sajian di meja anggota DPRD Jatim. Menu telur ayam rebus ini disajikan di antara makanan dan minuman yang lain.

"Ini support dari DPRD. Kedua, konsumen telur dari Jatim tidak hanya dari Jatim, tapi dari beberapa daerah Jatim. Dari Jakarta misalnya. Karena kita surplusnya 2,8 miliar butir telur. Produksi kita 8,2 miliar butir telur," kata Khofifah di Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya, Jumat (22/11/2019).


"Support dari DPRD Jatim bagi penguatan konsumen atau peternak ayam petelur itu menjadi sangat penting. Karena, 90% itu peternak rakyat, meskipun peternak rakyat, tapi sudah good farming," imbuhnya.

Untuk itu, Khofifah ingin masyarakat tidak lagi ragu dengan ayam yang diproduksi dari Jatim. Dia juga berharap, peternak telur tetap bekerja seperti biasanya.

"Oleh karena itu, apa yang dijadikan sampling telur telur yang mengandung dioksin jangan sampai konsumen membeli telur itu galau, resah, takut dan seterusnya. Juga jangan sampai petani, peternak telur itu resah," lanjut Khofifah.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Jatim Kusnadi memang sempat mengajak rehat sejenak untuk makan telur bersama. Menurutnya, telur peternak Jatim sehat dan aman.


"Akhir-akhir ini Jatim diguncang dengan isu telur yang mengandung zat dioxin, mari kita jawab isu itu dengan makan telur secara bersama-sama. Kita tunjukkan telur ayam Jatim aman dan layak untuk konsumsi. Masyarakat jangan ragu untuk mengkonsumsi telur. Telur peternak Jatim aman dan sehat," ujar Kusnadi.

Kusnadi menambahkan kegiatan ini sengaja dilakukan untuk menjawab keraguan dan keresahan masyarakat terhadap telur produksi peternak Jatim. Menurutnya, peternak ayam petelur Jatim adalah peternak dengan mengedepankan kualitas dan kesehatan peternak. Sehingga telur ayam yang dihasilkan tidak terkontaminasi zat berbahaya.

"Hasil penelitian kemarin adalah kasuistik sehingga tidak bisa digeneralisasi semua telur ayam jatim semua terkontaminasi zat dioksin yang dimaksud," ungkapnya. (hil/iwd)