Dua KA Rute Baru akan Singgah di Stasiun Lamongan Per 1 Desember

Dua KA Rute Baru akan Singgah di Stasiun Lamongan Per 1 Desember

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 15:24 WIB
Stasiun Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Stasiun Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan - Per 1 Desember 2019, 2 kereta api (KA) relasi baru singgah di Lamongan. Dua KA relasi baru tersebut adalah KA Dharmawangsa Ekspress relasi Pasar Turi-Pasar Senen (Jakarta) dan KA Sancaka Utara relasi Surabaya Pasar Turi melalui Bojonegoro-Gambringan-Solo Balapan-Kutoarjo.

"Dua KA relasi baru ini untuk mengakomodir keinginan masyarakat wilayah utara Jawa Timur dari Surabaya, Bojonegoro hingga Blora akan transportasi umum yang aman, nyaman serta bebas dari kemacetan di jalan raya," kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto kepada wartawan di kantornya, Jumat (22/11/2019).

KA Dharmawangsa Ekspres, terang Suprapto, dijadwalkan berangkat dari Stasiun Pasar Turi pukul 22.35 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 09.47 WIB. Terdiri dari 3 gerbong kereta eksekutif dan 6 gerbong kereta ekonomi, dengan kapasitas total tempat duduk sebanyak 786 tempat duduk.

"KA Dharmawangsa relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen (Jakarta) akan berhenti di 16 stasiun. Seperti Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu dan sebagainya," jelas Suprapto.

Untuk KA Sancaka Utara relasi Pasar Turi-Kutoarjo, lanjut dia, dijadwalkan berangkat dari Surabaya Pasar Turi pukul 07.00 WIB dan tiba di Stasiun Kutoarjo pukul 14.07 WIB. Terdiri dari 4 gerbong kereta kelas eksekutif dan 4 gerbong kereta kelas bisnis dengan kapasitas total tempat duduk sebanyak 456 tempat duduk.


"KA Sancaka Utara relasi Pasar Turi-Kutoarjo juga akan berhenti di 15 stasiun termasuk Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu," ungkapnya.

Dia menambahkan beroperasinya dua KA baru tersebut seiring pemberlakuan Grafik Perjalanan KA (Gapeka) 2019 yang ditetapkan Keputusan Menhub.

Kehadiran 2 KA baru ini, harap Suprapto, bisa meningkatkan mobilitas masyarakat di pesisir utara Jawa Timur menuju Jawa Tengah hingga ke arah Jakarta. Selain itu bisa meningkatkan roda perekonomian melalui sektor pariwisata dan pendidikan.

"Ini bisa menjadi momentum kebangkitan roda perekonomian masyarakat di wilayah utara Jawa Timur. Dengan kelancaran akses mobilitas masyarakat, maka pengembangan sektor perekonomian, sektor pendidikan hingga sektor pariwisata bisa segera diwujudkan," ujar Suprapto. (fat/fat)