Cegah Carok Saat Pilkades Sampang, Polisi Sita 500 Celurit hingga Pistol

Cegah Carok Saat Pilkades Sampang, Polisi Sita 500 Celurit hingga Pistol

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 18:55 WIB
Sebanyak 500 celurit disita saat pilkades di Sampang (Foto: dok. Istimewa)
Sebanyak 500 celurit disita saat pilkades di Sampang (Foto: dok. Istimewa)
Sampang - Sejumlah desa di Sampang, Madura, hari ini menggelar pemilihan kepala desa. Mencegah terjadinya tawuran berujung carok, Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo melakukan razia di beberapa desa.

Hasilnya, Didit menyebut pihaknya menyita 300-500 senjata tajam, seperti celurit dan samurai. Selain itu, pihaknya menemukan pistol dengan pelurunya.

"Tadi terakumulasi hasil razia ada celurit, ada samurai, jumlahnya kurang-lebih 300-500. Di salah satu kecamatan itu tadi ada satu mobil yang di situ ditemukan kurang-lebih ada 20 senjata tajam celurit," ungkap Didit kepada detikcom di Surabaya, Kamis (21/11/2019).


"Tadi di Bunten Barat, Ketapang, kalau nggak salah itu kami amankan pada saat penggeledahan di rumah itu ditemukan senjata api, senjata api jenis pistol pendek dengan lima amunisi," imbuhnya.

Bahkan Didit menyebut ada beberapa sajam yang disita di lokasi tak jauh dari TPS. "Tadi itu saya melakukan razia di TPS sekitar lima sampai enam meter saya temukan itu," lanjut Didit.

Sebelumnya, Didit menyebut razia ini dilakukan setelah pihaknya memetakan daerah yang rawan terjadi bentrokan. Dia menyebut di Kecamatan Ketapang, ada tujuh desa dikategorikan sangat rawan, dan satu desa kategori rawan. Razia ini dilakukan di rumah penduduk hingga langsung merazia masyarakat yang membawa sajam.


"Tadi itu saya melakukan razia di beberapa tempat yang menurut saya terindikasi rawan, menurut saya yang terindikasi rawan itu ada di kecamatan itu ada delapan desa yang melakukan pilkades, tapi tujuh desa dengan kategori sangat rawan, yang satu kategorinya adalah rawan, yang lainnya adalah kurang rawan," papar Didit.

"Terus saya mapping mulai di timur sampai barat dan ada tempat-tempat yang terindikasi rawan. Upaya-upaya yang saya lakukan tadi saya razia, baik orang maupun rumah, jadi barang-barang tadi ada yang di pinggangnya saya amankan dan ada yang di rumah saya ambil karena orangnya tidak ada," pungkasnya. (hil/iwd)