Proyek Pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Capai 85%

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 15:10 WIB
Proyek pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Progres proyek pembangunan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) mencapai 85 persen. Nantinya beberapa ruas jalan tol ini ditargetkan rampung akhir 2019. Rencananya tol ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, KLBM merupakan jalan tol yang menghubungkan antarkawasan industri utama di wilayah Kota Surabaya, yaitu Sidoarjo dan Gresik.

Direktur Pemasaran Waskita Beton Precast (WBP) Agus Wantoro mengatakan Tol KLBM sepanjang 38,29 kilometer ini dibagi menjadi empat seksi. Sedangkan pihaknya menangani seksi 2, 3, dan 4 sepanjang 19 km.

"Tol KLBM panjangnya 38 km ya, kemudian yang menjadi porsi Waskita Beton Precast itu 19 kilometer. Nah, kami mulai dari Legundi sampai Manyar itu seksi 2-4. Seksi 2 sudah progress 99 persen, seksi 3 sudah progress 99 persen, seksi 4 sudah 60 persen. Kalau dirata-rata, sudah sekitar 85 persen," kata Agus setelah meninjau tol KLBM di Gresik, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, Agus memaparkan progres seksi 4 masih 60 persen karena pihaknya tengah melakukan pembebasan lahan di beberapa wilayah. Sementara untuk seksi 2 dan 3, Agus menegaskan telah siap untuk diresmikan akhir tahun nanti.


"Seksi 2 dan 3 nanti akhir Desember ini mau diresmikan. Informasinya, (diresmikan) oleh Pak Jokowi, kemudian seksi 4 masih tahun depan akhir tahun 2020 diharapkan sudah selesai," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agus menyebut pihaknya juga tengah melengkapi beberapa bagian tol. Misalnya saja memasang rambu-rambu hingga lampu jalanan.

"Tinggal kita tinggal pekerjaan yang tidak terlalu major, misalnya membuat marka jalan, memasang lampu-lampu nanti akan lebih lanjut dilakukan uji coba sebelum diresmikan," lanjut Agus.

Jika telah diresmikan nanti, Agus yakin, proyek strategis nasional ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, tol ini memangkas jarak tempuh, yang biasanya 2-3 jam menjadi hanya 38 menit.

"Nah, jalan tol ini kan jalan tol yang strategis sekali, karena masuk kawasan industri dari Sidoarjo ke Gresik. Kemudian di ujung jalan tol nanti ketemu kawasan industri, namanya JIPEE. Nah di situ juga ada pelabuhan. Jadi ini merupakan akses logistik di daerah Jawa Timur. Jadi ini cukup strategis dan sangat akan menopang ekonomi Jawa Timur. Jarak 38 km dengan kecepatan normal kan sekitar 38 menit. Kalau sebelumnya, sekitar 2-3 jam," pungkasnya.




Tonton juga video Fahri soal Banjir Madiun: Jangan-jangan Akibat Pembangunan Tol:

[Gambas:Video 20detik]


(hil/fat)