218 Ruang Kelas di 70 SD dan SMP Kabupaten Mojokerto Rusak

218 Ruang Kelas di 70 SD dan SMP Kabupaten Mojokerto Rusak

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 16:13 WIB
Kondisi ruang kelas SDN Talun Mojokerto yang rusak (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Kondisi ruang kelas SDN Talun Mojokerto yang rusak (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Sebanyak 218 ruang kelas SD dan SMP negeri di Kabupaten Mojokerto mengalami kerusakan kategori sedang hingga berat. Sampai saat ini, kerusakan tempat belajar para siswa itu belum bisa diperbaiki. Karena anggaran perbaikan masih dalam proses pengajuan ke pemerintah.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Harfendy Setiyapraja mengatakan, kerusakan fasilitas pendidikan itu dia peroleh setelah melakukan survei ke sekolah-sekolah pada Maret 2019. Survei yang pihaknya lakukan mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Hasilnya, pihaknya menemukan 218 ruang kelas dalam kondisi rusak sedang dan berat di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan rincian, 132 ruang kelas tersebar di 43 Sekolah Dasar Negeri (SDN), serta 86 ruang kelas tersebar di 27 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Jumlah SDN di Bumi Majapahit 386 lembaga, sedangkan SMPN ada 39 lembaga.

"Rata-rata kerusakan pada bagian kerangka atap karena lapuk dimakan umur dan rayap. Kerusakan ini mendesak untuk diperbaiki karena atap ruang kelas menyangkut keselamatan para siswa," kata Harfendy kepada detikcom di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Rabu (20/11/2019).

Tidak hanya ruang kelas, lanjut Harfendy, kerusakan ruangan lainnya di sekolah juga mendesak untuk diperbaiki. Dia mencatat terjadi kerusakan pada ruang perpustakaan di 25 SDN, 13 SDN yang ruang gurunya rusak, serta 69 SDN yang kamar mandinya rusak.


Kondisi serupa juga terjadi di SMPN. Dengan rincian 5 SMPN rusak pada ruang laboratorium IPA, 2 SMPN yang ruang laboratorium komputernya rusak, 2 SMPN yang ruang perpustakaannya rusak, serta 1 SMPN yang ruang gurunya rusak.

Jika ditotal, terdapat 239 ruangan di SDN serta 96 ruangan di SMPN yang kini kondisinya rusak sedang dan berat. Untuk memperbaiki seluruh kerusakan fasilitas pendidikan tersebut, dibutuhkan anggaran Rp 33,6 miliar.

"Nilai kebutuhan anggaran kami Rp 21 miliar untuk rehap SDN dan Rp 12,6 miliar untuk SMPN," terangnya.

Sayangnya, perbaikan terhadap 335 ruangan yang rusak di SDN dan SMPN itu tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Menurut Harfendy, saat ini pihaknya masih mengajukan kebutuhan anggaran perbaikan. Pengajuan anggaran dia tujukan ke Pemkab Mojokerto dan pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN.

"Kami berharap bisa direalisasikan tahun depan," tandasnya.




Simak juga video Kemen PUPR Proaktif Tangani Sekolah Ambruk:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)