Umumkan UMK 2020, Khofifah Ingin Tingkatkan Industri Bidang Tekstil

Umumkan UMK 2020, Khofifah Ingin Tingkatkan Industri Bidang Tekstil

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 13:25 WIB
Gubernur Khofifah (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Gubernur Khofifah (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa siang ini mengumumkan penetapan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK) Jawa Timur yang berlaku tahun 2020. Di kesempatan ini, Khofifah ingin meningkatkan industri di bidang tekstil hingga alas kaki.

Sebelumnya, Khofifah mengaku telah mengikuti rapat dengan Bank Indonesia (BI). Rapat ini dipimpin Gubernur BI dan dihadiri Menko Perekonomian hingga menteri terkait. Dalam rapat tersebut, Khofifah mengajukan adanya pengawasan intensif pada industri padat karya yang berada di ring 1.

"Saya sudah sampaikan pada rakor dengan BI, teknisnya ya mudah-mudahan. Ini kan target pemerintah antara lain yang punya peluang besar untuk diekspor misalnya TPT. TPT adalah Industri Tekstil dan Product Tekstil. Di Jatim punya potensi besar," kata Khofifah di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (20/11/2019).

Khofifah menambahkan Jatim memiliki banyak potensi TPT. Salah satunya kerajinan tenun di Lamongan hingga Kediri. Khofifah ingin industri tenun ini bisa mendunia.


"Kita ingin mengcreate bagaimana produk Tekstil ini masing-masing daerah yang banyak sekali inovasinya. Tapi selama ini dikenalnya bukan dari Jatim. Tenun misalnya, tenun dari Lamongan itu sudah hampir 100 tahun, tenun dari Kediri itu besok kita ingin promo dengan desainer yang sudha berkelas dunia," imbuhnya.

Selain tekstil, Khofifah juga ingin industri alas kaki di Jatim juga mendapat perhatian khusus. Dia mengatakan kemarin telah mengunjungi pabrik sepatu di Sidoarjo yang mengekspor sepatunya.

"Selain TPT yang ingin didorong kenaikan ekspornya adalah industri alas kaki dan itu harapannya salah satunya dari Jatim. Maka kemarin saya datang di dua titik industri alas kaki, yang satu 100% produknya diekspor. Yang satu dulu 70% diekspor," ungkap Khofifah.

"Ternyata hari ini pangsa pasar yang mula ke Eropa ternyata mengalami penurunan agak signifikan. Nah pada posisi seperti ini, rapat dengan BI beberapa hari yang lalu, Pak Gubernur BI yang memimpin, saya sudah menyampaikan beberapa Menko dan Pak Menteri juga hadir. Saya ingin sampaikan untuk industri berbasis padat karya di ring 1 Jatim, harus mendapatkan perhatian khusus, mendapatkan insentif ekonomi tertentu," pungkas Khofifah. (hil/fat)