detikNews
2019/11/19 19:36:45 WIB

PWNU Jatim Minta Sukmawati Korbankan Gengsi dan Minta Maaf

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Halaman 1 dari 2
PWNU Jatim Minta Sukmawati Korbankan Gengsi dan Minta Maaf PWNU Jatim (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - PWNU Jawa Timur menyikapi pemberitaan soal pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno. PWNU minta Sukmawati meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar ingin semua pihak senantiasa bersikap dan membuat statement dengan mempertimbangkan stabilitas dan kondisi, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh nasional.

Menurutnya, hal itu karena Indonesia sedang menjadi target untuk dipecah belah. Untuk itu, menjaga keamanan hingga stabilitas politik di negara superheterogen ini dinilai sangat penting.


"Tokoh apa pun yang berucap sekiranya itu menimbulkan kegaduhan, ruwet-ruwet, ndak usah diucapkan dan dimunculkan di depan umum. Seandainya sudah telanjur diucapkan, ayo, gentle demi negara, akui dan itu kami cabut, minta maaf. Nggak apa-apa malu sedikit. Korbankan gengsinya," kata Kiai Marzuki di Sekretariat PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Selasa (19/11/2019).

Namun, jika Sukmawati belum juga mencabut ucapannya, Kiai Marzuki meminta aparat penegak hukum untuk tanggap. Misalnya dengan memanggil Sukmawati untuk dimintai keterangan.

"Jika (Sukmawati) belum mencabut ucapannya, besar harapan kami kepada aparat, tanggap. Tanggap bukan tangkap, dengan cara dipanggil, ditabayun, daripada masyarakat bergerak dan menimbulkan gaduh," lanjutnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com