Kakek Ini Kembali Dibekuk Edarkan Upal, Rp 20,8 Juta Diamankan

Kakek Ini Kembali Dibekuk Edarkan Upal, Rp 20,8 Juta Diamankan

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 18:57 WIB
Minto, kakek 64 tahun pengedar uang palsu (Foto: Muhammad Aminudin)
Minto, kakek 64 tahun pengedar uang palsu (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Minto, asal Rembang, Jawa Tengah, kembali ditangkap karena persoalan uang palsu (upal). Pada 2012 lalu, Minto pernah berurusan dengan polisi atas kasus yang sama. Dia divonis hukuman 3,5 tahun penjara.

Minto ditangkap di sekitaran SPBU wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, beberapa hari lalu. Upal senilai Rp 20,8 juta ditemukan tersimpan dalam jok motor tersangka. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Minto digelandang ke Polres Malang.

"Tersangka adalah residivis dengan kasus yang sama pada 2012 lalu. Dari tangan tersangka kami mengamankan upal sebanyak Rp 20,8 juta dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu," kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada wartawan di Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani, Kepanjen, Senin (18/11/2019).

Dalam penyidikan, Minto mengaku mendapatkan upal dari rekannya di Bekasi, Jawa Barat. Sebelumnya, Minto mengirim uang senilai Rp 5 juta, untuk menerima upal sebesar Rp 21 juta.


"Upal didapatkan dari rekan tersangka di Bekasi. Saat itu, tersangka diberi upal senilai Rp 21 juta, setelah mentransfer uang asli sebanyak Rp 5 juta," beber Andaru.

Saat ini, polisi terus mendalami kasus peredaran upal yang melibatkan Minto.

"Kami masih mengembangkan kasus. Tersangka sendiri mengaku belum menggunakan upal yang dimiliki," tegas Andaru.

Selain lembaran upal senilai Rp 20,8 juta. Polisi juga menyita alat ultraviolet atau pendeteksi uang dari tangan kakek 64 tahun tersebut.


Andaru menambahkan, barang bukti upal yang disita, sangat jelas terlihat sebagai uang palsu. Mulai dari warna yang buram beserta nomor seri yang sama.

"Jika diidentifikasi, barang bukti sangat terlihat jelas palsu secara kasat mata. Karena warnanya buram, belum lagi nomor seri yang banyak sama," imbuh Andaru.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih teliti dalam bertransaksi, agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu. Atas perbuatannya, Minto terancam hukuman 10 tahun penjara. (iwd/iwd)