Khofifah Imbau Peternak Ayam Petelur Gunakan Sistem Kandangisasi

Khofifah Imbau Peternak Ayam Petelur Gunakan Sistem Kandangisasi

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 17 Nov 2019 20:20 WIB
Khofifah mendatangi kelompok telur Intan di Kecamatan Tumpang (Foto: Muhammad Aminudin)
Khofifah mendatangi kelompok telur Intan di Kecamatan Tumpang (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat mengandangkan ayam petelurnya. Ini sebagai langkah menjaga kesehatan ayam beserta telur yang dihasilkan.

"Bagi masyarakat yang memelihara ayam kampung dengan cara diumbar, harap segera beralih dengan mengkandangkan ayam peliharaannya. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin telur yang dihasilkan," ujar Khofifah saat mengunjungi kelompok telur Intan di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Minggu (17/11/2019).

Secara khusus untuk Pemkab Sidoarjo, Khofifah berharap agar segera melakukan koordinasi dengan camat, lurah dan kades setempat. Utamanya untuk melakukan pembinaan kepada peternak ayam petelur agar melakukan budidaya secara higienis.

"Saya harap Pemkab Sidoarjo segera koordinasi dengan seluruh jajarannya, agar bisa melakukan pembinaan untuk budidaya higenis maupun kandangisasi," kata Khofifah.


Menurut dia, hal ini sangatlah penting, karena tugas pemerintah adalah memberikan solusi terbaik bagi masyarakat termasuk peternak.

Khofifah mengungkapkan, imbauan ini disampaikan sehubungan dengan adanya rilis hasil penelitian jaringan kesehatan global (IPEN).

Disebutkan bahwa ayam buras atau kampung yang dipelihara secara umbaran dan mencari makan di tumpukan plastik di daerah Tropodo, Sidoarjo, yang mana memiliki tingkat kontaminasi dioksin terparah kedua sedunia.

"Sebanyak 96,3 persen telur di Jawa Timur dihasilkan dari ayam ras petelur yang sudah menerapkan good farming practices, dan sisanya 3,7 persen telur dari ayam buras atau kampung yang belum di kandangkan secara permanen, diantaranya ditemukan di daerah Tropodo," terang Khofifah.


"Untuk itu, masyarakat jangan khawatir karena telur dari Jatim sehat dan tidak mengandung racun," tambahnya.

Good farming practices sendiri adalah tatalaksana peternakan yang meliputi segala aktivitas teknis dan higinis dalam hal pemeliharaan sehari-hari, cara dan sistem pemberian pakan, sanitasi, serta pencegahan dan pengobatan penyakit. (fat/fat)