Suhu di Banyuwangi 37 Derajat Celcius, Terpanas Dalam 23 Tahun Terakhir

Suhu di Banyuwangi 37 Derajat Celcius, Terpanas Dalam 23 Tahun Terakhir

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 15:27 WIB
Persawahan di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani-detikcom)
Persawahan di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani-detikcom)
Banyuwangi - BMKG Banyuwangi mencatat suhu udara di sejumlah wilayah mencapai 35-37 derajat celcius. Suhu udara ini dinilai sangat ekstrem dalam kurun waktu 23 tahun.

Menurut Prakirawan BMKG Banyuwangi Anjar Triono Hadi, suhu udara untuk wilayah Kota Banyuwangi hari ini Jumat (15/11/2019) mencapai 35 derajat celcius. Sementara suhu terpanas berada di wilayah Kecamatan Blimbingsari dan sekitaranya mencapai 37 derajat celcius.

"Suhu ini tergolong sangat ekstrem karena suhu tertinggi di Kabupaten Banyuwangi pernah mencapai 36 derajat celcius pada tahun 1996 yang lalu. Suhu panas ini dipengaruhi karena adanya tekanan udara rendah di Utara Katulistiwa," ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/11/2019).

"Dan yang panas itu dari pantauan kami di BMKG di wilayah Blimbingsari itu sudah mencapai 37 derajat celcius," tambahnya.

Untuk mengantisipasi suhu udara yang relatif cukup panas beberapa hari ke depan itu, kata Anjar, pihaknya mengimbau kepada masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.


"Namun jika ada aktivitas di luar ruangan kita banyak mengkonsumsi air mineral, terus kita proteksi badan kita dengan masker, untuk menghidari panas terik yang sangat signifikan," kata tambahnya.

Anjar Triono Hadi mengimbau hendaknya masyarakat beraktivitas di luar ruangan diminta untuk memakai baju tebal seperti jaket dan memakai kacamata. Hal itu untuk menghindari iritasi pada kulit akibat sengatan matahari.

Sementara untuk awal musim hujan di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan terlambat dari prediksi sebelumnya. Awal musim hujan sebelumnya diprediksi terjadi November 2019. Namun karena ada gangguan cuaca di Utara Katulistiwa musim penghujan diperkirkan baru akan terjadi pada Bulan Desember 2019 mendatang.

"Kemungkinan bulan Desember. Karena memang ada gangguan cuaca di daerah Utara Khatulistiwa," pungkasnya. (fat/fat)