Pasar Unggas Keputran Dijauhkan dari Jalan Raya untuk Kurangi Bau Tak Sedap

Pasar Unggas Keputran Dijauhkan dari Jalan Raya untuk Kurangi Bau Tak Sedap

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 13:41 WIB
Alat berat menghancurkan lapak para pedagang. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Alat berat menghancurkan lapak para pedagang. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Sebanyak 34 stan milik pedagang unggas ditertibkan Satpol PP Kota Surabaya. Penertiban dilakukan untuk kepentingan pelebaran Jalan Sulawesi.

Meski stan pedagang sudah ditertibkan untuk pelebaran jalan, bau tak sedap imbas pemotongan unggas di Pasar Keputran Selatan, yang berdekatan dengan Jalan Sulawesi, masih jadi tanda tanya.

Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya Muhibuddin mengatakan puluhan lapak pedagang unggas di Pasar Keputran Selatan akan dipindahkan ke belakang dan tidak berdekatan dengan jalan raya.

"Nanti akan dipindahkan ke belakang (pasar). Ya, mungkin harapannya bisa berkurang (bau) setelah mepet jalan nanti pindah ke belakang," kata Muhibuddin kepada detikcom, Kamis (14/11/2019).


Muhibuddin mengakui secara aturan memang tidak diperbolehkan pedagang memotong unggas langsung di area pasar.

"Jadi di perda memang seperti itu (dilarang). Tapi kami ambil jalan tengahnya, sambil pemkot bisa menyiapkan (lahan). Karena ini mau nggak mau, ini kebutuhan masyarakat. Kalau tidak ada pemotongan, terus mau di mana," jelas Muhibuddin.

Meski begitu, pihaknya sudah melakukan pendekatan terhadap pedagang unggas untuk mengurangi mesin pemotong unggas di Pasar Keputran Selatan.

"Kami juga kurangi jumlah mesin pemotongan. Kami juga melakukan pendekatan persuasif karena kondisinya seperti ini," ungkap Muhibuddin.


Terkait rencana pembuatan rumah potong khusus unggas di Pasar Surya, Muhibuddin mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan. Sebab, Pemkot Surabaya sudah memiliki rumah potong hewan (RPH).

"Tidak ada rencana. Kami tidak punya lahan. Karena yang diperlukan lahan tidak kecil dan diperlukan penataan dan kajian sosialnya seperti apa. Ini juga bukan pekerjaan PD Pasar, tapi juga dinas terkait," tandas Muhibuddin. (fat/iwd)