detikNews
Kamis 14 November 2019, 11:55 WIB

Dirut RS Paru Dungus Akan Diperiksa Terkait Korupsi Pembangunan

Sugeng Harianto - detikNews
Dirut RS Paru Dungus Akan Diperiksa Terkait Korupsi Pembangunan RS Paru Dungus Madiun (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Madiun - 8 Saksi telah diperiksa terkait dugaan korupsi proyek pembangunan gedung RS Paru Dungus, Madiun. Rencananya dalam waktu dekat, Tipikor Polres Madiun akan memanggil Dirut RS Paru Dungus.

Yakni pemilik kontraktor, konsultan pengawas, pelaksana, mandor pengawas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), perencana serta pelapor.

"Untuk saat ini sudah ada 8 saksi kita mintai keterangan terkait dugaan penyimpangan anggaran di RS Paru Dungus. Ke depan kita juga akan jadwalkan pemanggilan untuk direkturnya," terang Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, kepada wartawan di kantornya, Kamis (14/11/2019).

Untuk menjadwalkan pemanggilan direktur utama RS Paru Dungus, jelas kasat, masih menunggu hasil tim ahli kampus UGM Yogyakarta. Tim ahli yang dilibatkan itu telah bekerja sejak 25 Oktober 2019 dan saat ini tinggal menunggu hasilnya.


"Kita memang melibatkan tim ahli dari kampus UGM Yogyakarta, dalam penyelidikan kasus ini. Dalam waktu dekat hasil yang dikirim akan segera kita agendakan pemanggil direktur RS paru Paru Dungus," katanya.

Namun kasat enggan menyebutkan nama Dirut RS Paru Dungus yang akan dijadwalkan pemanggilan. Sementara data di laman website resmi RS Paru Dungus, tertera nama Dirut yakni Dr Nunik Dhamayanti M.Kes.

Polisi menduga, pembangunan RS Paru Dungus yang ada di lereng Gunung Wilis itu tidak sesuai dengan spesifikasi. Selain itu, pembangunan gedung rumah sakit tipe C juga diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Temuan kita ada indikasinya dugaan spesifikasi dan RAB tidak sesuai," katanya.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono membenarkan jika kasus dugaan korupsi itu dalam penyelidikan. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil sejumlah ahli dari UGM. "Kita tunggu hasil tim ahli guna mengetahui apakah ada indikasi kerugian materi dan adanya bahan bangunan yang tidak sesuai spesifikasi," ujar kapolres saat dihubungi.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com