Paguyuban Driver Online Jatim Kutuk Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 19:56 WIB
Motor pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan/Foto: Khairul Ikhwan Damanik
Surabaya - Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur mengutuk aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Terlebih, pelaku diduga menggunakan atribut ojek online (ojol).

"Kami mengecam dan mengutuk keras aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan tadi pagi. Dan turut berdukacita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut," kata Humas PDOI Jatim Daniel Lukas Rorong dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (13/11/2019).


Daniel menambahkan, terkait atribut ojol yang dipakai terduga pelaku, PDOI Jawa Timur berharap masyarakat tidak berspekulasi apalagi menyimpulkan sendiri. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak berpikiran negatif.

"Kita tunggu bersama hasil penyelidikan dan investigasi dari pihak kepolisian," ujar Daniel.

Daniel juga mengimbau rekan-rekan ojol maupun driver taksi online agar tetap beraktivitas seperti biasa. Yakni melayani penumpang.

"Jangan terpengaruh dan terprovokasi atas aksi teror yang terjadi pagi ini di Polrestabes Medan," imbuh Daniel.

Selain itu, Daniel juga berpesan agar para driver lebih berhati-hati. Selalu waspada saat mendapat order mengirimkan barang.


"Pastikan jika barang yang akan dikirim tersebut bukan barang terlarang (narkoba) ataupun bahan peledak," pungkasnya.

Seperti diketahui, aksi bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan sekitar pukul 08.45 WIB. Selain menewaskan pelaku bom bunuh diri, ada enam korban luka lainnya dalam peristiwa tersebut. (sun/bdh)