detikNews
Sabtu 09 November 2019, 14:27 WIB

Soal Venue Piala Dunia U-20, Pemkot: Surabaya Lebih Siap dari Kota Lain

Hilda Meilisa - detikNews
Soal Venue Piala Dunia U-20, Pemkot: Surabaya Lebih Siap dari Kota Lain Wawali Wisnu Sakti Buana (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Pemkot Surabaya menegaskan jika kota Surabaya lebih siap menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20. Kesiapan ini tak hanya perihal stadion, tapi juga banyak hal pendukung lainnya.

"Kita tetap berusaha supaya Surabaya bisa terpilih. Artinya kan belum final itu keputusannya, nanti akan ada beberapa pihak yang ketersinggungan akan hal yang lalu, ya kita jembatani lah itu. Yang penting kita siap, Gelora Bung Tomo Surabaya, khususnya Kota Surabaya lebih siap daripada kota lain," kata Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana saat ditemui di Taman Bungkul Surabaya, Sabtu (9/11/2019).

Untuk itu, Wisnu mengatakan pihaknya akan all out dalam melakukan pembenahan sarana dan pra sarana. Wisnu juga ingin Surabaya menjadi Kota Bola.

"Kalau Piala Dunia kita masih all out agar Surabaya bisa menjadi salah satu host piala dunia, karena kita masuk 10 dari 6 yang akan dipilih. Tinggal bagaimana kita berpikir tidak hanya memperbaiki stadion saja tapi juga kita wacanakan Surabaya menjadi Kota Bola," paparnya.


"Kita punya legacy (warisan) nanti kalau Surabaya menjadi host Piala Dunia, setelah event itu selesai, bola akan masih ada dan terngiang dan menjadi legacy bagi anak cucu kita bahwa kita pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia," imbuh Wisnu.

Tak hanya itu, Wisnu mengatakan Surabaya juga memiliki modal cukup untuk menjadi salah satu venue. Selain memiliki klub besar Persebaya, pihaknya akan berupaya memperbaiki kampung-kampung untuk menunjang.

"Kita nanti bisa ngomong, bukan hanya perbaikan GBT, tapi nanti kampung itu kita bangkitkan lagi. Kita kan punya bonek yang kuat, kita punya Persebaya. Dan warna ini yang sudah kuat membuat Surabaya jadi Kota Bola. Nanti tinggal dikembangkan saja, kampung itu kita warnakan dengan kreasi masing-masing," lanjutnya.


Disinggung terkait kejadian pengrusakan dan pembakaran GBT oleh oknum suporter Persebaya, Bonek beberapa waktu lalu, Wisnu mengatakan momentum ini menjadikan suporter lebih dewasa. Misalnya saja kemarin para suporter melakukan aksi bersih-bersih dan pengecatan GBT.

"Itu (bersih-bersih dan mengecat GBT) kegiatan positif supaya bisa mengevaluasi semua, kejadian kemarin kerusuhan itu kan sebagai titik nadir bonek agar berbenah dan ikut membangun Surabaya," pungkasnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com