Kebakaran Padam Namun Wisata Kawah Ijen Belum Dibuka, Kenapa Ya?

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 20:54 WIB
Jalur pendakian Kawah Ijen di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Jalur pendakian Kawah Ijen di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Meski kebakaran hutan di sekitar TWA Kawah Ijen sudah padam, kawasan wisata tersebut tak kunjung dibuka untuk wisatawan. Pembukaan menunggu izin dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim selalu pemangku wilayah.

Kepala Bidang Wilayah III Jember BB KSDA Jawa Timur Setyo Utomo menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum bisa membuka destinasi TWA Kawah Ijen. "Izin pembukaan destinasi wisata Blue Fire Ijen menunggu dari pimpinan di Surabaya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/11/2019).


Saat ini pihaknya sudah bersurat ke BBKSDA Jawa Timur. Surat tersebut berisi tentang kondisi TWA Kawah Ijen yang sudah kondusif.

"Melaporkan kondisi bahwa Ijen sudah layak untuk dibuka kembali. Kita berharap besok atau lusa sudah bisa dibuka kembali. Yang jelas kita sudah berikan alasan dan rekomendasi untuk segera dibuka," tambahnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan evaluasi jalur pendakian TWA Kawah Ijen. Yakni untuk memastikan kondisi jalur tersebut aman dilalui wisatawan.

Sementara status tanggap darurat Karhutla Banyuwangi akhirnya usai setelah sempat diperpanjang. Informasi itu disampaikan Komandan Satgas tanggap darurat Karhutla Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto. Pencabutan status tersebut didasarkan pada keputusan Bupati Banyuwangi.

"Alhamdulillah sasaran dan target yang kita rencanakan sudah teratasi dengan baik. Titik-titik api sudah tidak ada lagi. Semua itu berkat kerja sama tim gabungan. Semua yang ikut kerja di sini," ujarnya.


Menurutnya, selama ini semua pihak bersinergi saling membantu. Sehingga apa yang menjadi kesulitan terutama masalah kebakaran hutan juga sudah teratasi. Dia juga bersyukur proses pemadaman api dibantu dengan turunnya hujan. Dia berharap tidak ada lagi bencana seperti ini.

"Untuk menghijaukan butuh waktu sekitar 3 bulanan. Untuk luasan yang terbakar seluruhnya mencapai sekitar 1.000 hektare. Di mana 80 persen berada di wilayah Banyuwangi 20 persen di Bondowoso," pungkasnya. (sun/bdh)