detikNews
2019/11/04 14:54:16 WIB

Nenek Satiyamah Hidup Sebatang Kara di Pasuruan, Belum Tersentuh Bantuan

Muhajir Arifin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Nenek Satiyamah Hidup Sebatang Kara di Pasuruan, Belum Tersentuh Bantuan Lansia sebatang kara tak tersentuh bantuan pemerintah (Foto: Muhajir Arifin-detikcom)
Pasuruan - Usia yang sudah renta dan hidup di usia senja, membuat kehidupan Satiyamah (85), sangat memilukan. Warga Dusun Randukerto, Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan ini hidup sebatang kara di rumah yang sangat tak layak. Namun sayang nenek Satiyamah luput dari perhatian pemerintah.

Nenek Satiyamah tinggal di rumah reyot. Bangunan berukuran 3x6 meter itu kondisinya lebih buruk dari kandang. Rumah tersebut terbuat dari bambu. Bangunannya sudah miring dan ringkih sehingga rawan ambruk.

Dindingnya terbuat dari anyaman bambu sudah bolong-bolong dan rusak. Atap dari seng sudah berkarat dan banyak lubang. Lantai rumah dari semen, tapi sudah rusak dan bercampur tanah. Kondisi dalam rumah Satiyamah lebih memprihatinkan.


Tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya yang renta sudah hampir ambruk. Tak ada kasur untuk menopang tubuh lemah Satiyamah. Perabotan rumah tangga di dalam rumah juga membuat miris. Beberapa perabotan dari plastik yang sudah kusam berserakan dan tak terurus.

Dengan ketabahan dan kesabarannya yang luar biasa, nenek Satiyamah tinggal dan bertahan hidup di dalam gubuk tersebut. Selama ini dia masak dengan tungku tanah liat. Dia mengandalkan ranting dan dahan kayu untuk menyalakan api.

Di penghujung usianya yang semakin redup, ia harus berjuang sendirian memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Satiyamah tetap bekerja sebagai buruh mengumpulkan buah kapuk yang rontok. Bahkan ia kadang bekerja sebagai buruh tani meski tubuhnya tak sekuat lagi.


"Cari kapuk dijual," ujar Satiyamah saat ditemui wartawan di gubuknya, Senin (4/11/2019).
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com