detikNews
Rabu 30 Oktober 2019, 19:42 WIB

Revolusi Industri 4.0 Menggeser Ketenagakerjaan, Gubernur Khofifah Lakukan Ini

Hilda Meilisa - detikNews
Revolusi Industri 4.0 Menggeser Ketenagakerjaan, Gubernur Khofifah Lakukan Ini Gubernur Khofifah Indar Parawansa (Foto: dok. Istimewa)
Batu - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut perkembangan teknologi hingga masuknya era Revolusi Industri 4.0 memiliki dampak cukup besar. Salah satunya mendorong adanya pergeseran ketenagakerjaan.

Untuk itu, dibutuhkan adanya reskilling sumber daya manusia. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang.

"Berdasarkan data The World Economic Forum, terjadi beberapa asumsi kemungkinan pergeseran dunia kerja. The World Economic Forum memprediksi pada 2022 dunia kerja yang menggunakan mesin mungkin berada di kisaran 48 persen. Berarti yang menggunakan tenaga manusia sebesar 52 persen," kata Khofifah dalam rapat kerja pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur di Hotel Singhasari, Kota Batu, Rabu (30/10/2019).

"Keadaan tersebut akan berbanding terbalik pada 2025, yang menggunakan mesin sudah mencapai 52 persen. Sedangkan skill yang menggunakan padat karya itu mencapai 48 persen," imbuhnya.

Melihat hal ini, Khofifah menyampaikan dibutuhkan langkah antisipatif yang harus dilakukan semua lini. Untuk itu, Khofifah mendorong pemerintah bersinergi dengan perguruan tinggi untuk ikut memperkuat sekaligus mengidentifikasi skill yang dibutuhkan oleh dunia usaha maupun dunia industri.


Selain itu, perguruan tinggi menjadi bagian penting untuk memetakan skill apa yang mengalami pertumbuhan serta apa yang mengalami penurunan.

"Kami bersyukur strong partnership antara Pemprov Jatim dan perguruan tinggi bisa terus memperkuat. Dan kami ingin agar bisa dibantu mengidentifikasi skill apa saja yang sedang tumbuh atau growing dan skill yang sedang turun atau declining akan terkonfirmasi," ungkapnya.

Berdasarkan data World Economic Forum, skill yang mengalami pertumbuhan pada 2025 adalah pemikiran analitis dan inovasi, pembelajaran aktif dan strategi pembelajaran. Juga desain teknologi dan pemrograman serta skill berpikir kritis dan analisis.

Selain itu, skill pemecahan masalah yang kompleks, kepemimpinan dan pengaruh sosial, kecerdasan emosional, penalaran, pemecahan masalah dan ideasi, dan sistem analisis dan evaluasi juga akan menjadi kebutuhan di dunia kerja masa mendatang.

Sedangkan skill yang mengalami declining adalah ketangkasan manual, daya tahan dan presisi, memori, kemampuan verbal, hingga pendengaran dan spasial. Selain itu, terkait manajemen sumber daya keuangan, material instalasi dan pemeliharaan teknologi, membaca, menulis, matematika, dan mendengarkan secara aktif juga akan mengalami penurunan.

Untuk itu, Pemprov Jatim turut melakukan antisipasi menyikapi pergeseran ketenagakerjaan di era Revolusi Industri 4.0 ini. Misalnya dengan menyiapkan program Millennial Job Center, yang ekosistemnya dibangun dengan talent, klien, dan mentor.


"Format itulah yang akan terus kita kembangkan, sehingga link and match antara pencari kerja dengan kebutuhan kerja betul-betul nyambung," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga mengajak perguruan tinggi membantu Pemprov Jatim menggenjot sekaligus menguatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur.

"Hari ini Jatim memiliki pekerjaan rumah untuk bisa mendongkrak indeks pembangunan manusia atau IPM di Jatim," paparnya.

Khofifah menyebut hari ini pihaknya telah membuat surat yang ditujukan kepada bupati atau wali kota yang memiliki harapan untuk membangun komitmen bersama dalam menggenjot IPM di Jatim. Misalnya dengan menyisir kejar Paket B dan C.

Tak hanya itu, Khofifah menambahkan IPM di Jatim saat ini masih terendah se-Jawa dan menduduki posisi ke 15 dari 34 provinsi di Indonesia. Oleh karena itu, upaya yang harus segera dilakukan adalah membangun komitmen bersama dengan kabupaten atau kota serta support perguruan tinggi.

"Kabupaten atau kota kami harapkan memberikan kejar Paket B dan Paket C agar mampu mendongkrak IPM di Jatim. Kami berharap ada bapak atau ibu asuh dari perguruan tinggi negeri dan swasta baik umum maupun agama untuk melakukan pendampingan, khususnya melalui kuliah kerja nyata," harapnya.


Simak juga video "Aksi Khofifah Nyanyi Lagu 'Rumah Kita' di HUT Ke-74 Jatim" :

[Gambas:Video 20detik]


(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com