Minim Dukungan, Pasuruan Carnival On The River Tetap Pukau Warga

Minim Dukungan, Pasuruan Carnival On The River Tetap Pukau Warga

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 21:42 WIB
Pasuruan Carnival On The River Usung (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan Carnival On The River Usung (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Pasuruan Carnival On The River di Sungai Complong Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan semarakkan peringatan Sumpah Pemuda. Puluhan peserta ambil bagian dalam ajang adu kreativitas pemanfaatan bahan-bahan daur ulang dan kampanye kebersihan lingkungan ini.

Carnival On The River tahun ini lebih berwarna karena merangkum tema yang sudah 'dipentaskan' di tahun-tahun sebelumnya. Kostum peserta jauh lebih bervariasi. Antara lain tema kerajaan, raja dan ratu, bunga, satwa, perahu, superhero hingga rumah adat nusantara.

Sebanyak 35 rakit didesain dengan berbagai bentuk sesuai tema yang diusung. Di atas rakit tersebut berdiri model yang memakai kostum senada.

Rakit-rakit tenaga manusia itu kemudian bergiliran masuk ke garis start untuk diberangkatkan. Setiap rakit peserta meyusuri sungai sepanjang 500 meter.


Sepanjang perjalanan, para model yang ada di atas rakit terus menebar senyum dan melambaikan tangan ke penonton di sepanjang bibir sungai. Sesekali, rakit diputar dan bermanuver.

Sorak-sorai penonton menyambut peserta yang melintas di depan mereka. Setiap tahun event ini tak pernah gagal menyedot animo penonton.

"Tahun ini merangkum tema-tema yang sudah digelar sebelumnya. Ada satwa, bunga, rumah adat hingga kerajaan nusantara. Sehingga lebih kaya kreatifitas," kata Ketua Panitia Edy Santoso, Minggu (27/10/2019).

Tahun ini, selain peserta tingkat SMA, juga diikuti peserta dari unsur PAUD, SD, SMP, berbagai instansi dan umum. Hasil kreatifitas para peserta dinilai dewan juri dan para pemenang akan diberikan trofi dan uang pembinaan.


"Kriteria utama penilaian adalah penggunaan bahan daur ulang. Peserta mana yang paling banyak menggunakan bahan daur ulang dan kreatif, mereka yang akan menang," terang Edy yang juga penggagas event.

Sayangnya, event yang sudah berlangsung selama 10 tahun ini tak mendapat dukungan maksimal dari pemerintah daerah. Padahal event yang digagas dan dipopulerkan guru dan siswa SMAN 1 Kejayan ini sudah dianggap jadi ikon wisata Kabupaten Pasuruan.

"Dukungan dari pemerintah daerah belum maksimal ya. Hanya sekadarnya saja. Padahal dengan event ini sungai menjadi bersih, kita bisa kampanye lingkungan. Sungai jadi bersih, anak-anak bisa berkreasi dengan bahan daur ulang," pungkas Edy. (iwd/iwd)