Manfaatkan Cashback, Belang 3 Penipu Order Fiktif Jual Beli Online Ketahuan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 16:53 WIB
Pelaku order fiktif jual beli online (Foto: Amir Baihaqi)

Pengungkapan transaksi fiktif melalui aplikasi jual beli online terungkap setelah polisi melakukan cyber patrol. Dari sana, polisi mencurigai sebuah grup WhatsApp Cuancuan.

"Diawali pada hari Selasa tanggal 15 hasil dari cyber patrol yang dilakukan salah satunya ditemukan di media sosial di WhastApp grup bernama cuancuancuan ini ada order dari kelompok yang diawali dari seseorang yang kemudian kita kembangkan," tuturnya.

Dikatakan Arman, tren kejahatan dengan memanfaatkan aplikasi online saat ini sedang meningkat tajam. Ia menduga, bukan tidak mungkin hampir di setiap aplikasi e-commerce juga mengalami hal yang sama.


"Memang ini kejahatan yang lagi tren. Di akhir 2019 ini semakin meningkat di mana diawali dengan nempel di aplikasi yang sudah mempunyai nama. Mungkin ada aplikasi-aplikasi lainnya dan ini sedang kita kembangkan," tandasnya.

Para tersangka ini diancam dengan Undang-Undang ITE nomor 19 tahun 2016 Pasal 35 dan jo Pasal 51 ayat (1). Adapun ancamannya yakni 12 tahun kurungan penjara.

"Ancamannya 12 tahun penjara dan denda Rp 12 miliar," tandas Arman.
Halaman

(iwd/iwd)