detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 22:05 WIB

Koordinasi dengan Polisi, Gubernur Khofifah akan Tindak Tegas Geng Pelajar

Hilda Meilisa - detikNews
Koordinasi dengan Polisi, Gubernur Khofifah akan Tindak Tegas Geng Pelajar Foto: Istimewa
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk menertibkan dan menindak tegas geng remaja dan anak-anak. Khofifah tidak ingin ada aksi geng yang melakukan kekerasan dan kriminalitas di wilayah Jatim.

Langkah ini diambil menyusul maraknya aksi kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan remaja belasan tahun. Karena hal ini mulai meresahkan masyarakat.

"Pemprov akan terus koordinasi dengan kepolisian akan menertibkan dan tidak akan membiarkan segala bentuk aksi kekerasan. Apalagi jika sudah sampai pada upaya menghilangkan atau membahayakan nyawa seseorang. Kami berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polda Jatim untuk melakukan penertiban dan melakukan tindakan tegas bagi geng-geng remaja yang meresahkan masyarakat ini," ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (23/10/2019).

Khofifah mengaku prihatin melihat aksi geng remaja yang melakukan kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain. Aksi ini merupakan ancaman untuk ketertiban dan keamanan masyarakat. Untuk itu, pelaku harus dibina namun juga diberi tindakan tegas.

Menurut Khofifah, kenakalan remaja ini akibat dua faktor penting. Yakni faktor lingkungan keluarga dan juga faktor lingkungan pergaulan, termasuk media sosial. Kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi pemikiran, perilaku, pola kehidupan, dan tumbuh kembang anak.


Dalam waktu sebulan terakhir, cukup banyak aktivitas geng remaja yang menjurus ke kekerasan dan kenakalan remaja. Misalnya di Surabaya ada dua kubu geng yang hingga kini berseteru. Yaitu geng KP Jawara dan geng All Star yang menggunakan kekerasan dengan senjata celurit, gergaji, pisau, hingga gasper besi.

Sebelumnya, awal bulan lalu juga terjadi aksi kekerasan geng remaja putri di Kabupaten Magetan. Saat itu, seorang siswi salah satu SMK diserang geng putri dan berujung korban mengalami luka dan trauma hingga dilarikan ke rumah sakit.

Tak hanya itu, aksi kekerasan geng motor yang usianya masih belasan tahun juga menyebabkan satu orang tewas di Kabupaten Pasuruan. Pelaku berusia 18 tahun menyerang pemuda di warung kopi dengan celurit lantaran motif balas dendam.

Khofifah pun mengimbau pemerintah kabupaten hingga kota melakukan langkah terpadu. Khususnya dengan kepolisian setempat untuk menertibkan dan membina, serta pada titik tertentu memberikan tindakan tegas pada geng remaja yang melakukan kekerasan.

Menurutnya, pemantauan perlu dilakukan hingga ke media sosial dan grup-grup WhatsApp bekerjasama dengan tim siber kepolisian.

"Jika terjadi di sekolah maka kepala sekolah hendaknya menyiapkan tim terpadu yang terdiri atas guru konseling, wali murid dan guru kelas serta kordinasi dengan kepolisian setempat untuk memberikan pendampingan pada siswanya yang terindikasi keanggotaan geng remaja yang kurang konstruktif," imbuhnya.

Di tingkat sekolah, Khofifah meminta seluruh guru dan tenaga pengajar menanamkan nilai-nilai kedamaian, kerukunan, harmoni, saling kasih. Khofifah juga ingin para guru memberi contoh perilaku baik kepada murid.


Hal Ini diharap dapat mencegah perilaku menyimpang pelajar yang justru akan menjerumuskannya ke dalam aksi kriminalitas dan perilaku kekerasan.

"Ada keharusan guru semua mata pelajaran untuk mengajarkan nilai harmoni dan kasih pada muridnya. Nilai ini harus terus disemai agar bisa mencegah perilaku remaja yang menyimpang. Termasuk anak remaja yang membentuk geng geng yang menunjukkan eksistensi dengan kekerasan," katanya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga harus menyiapkan format antisipatif, korektif dan evaluatif serta pelaporan dan tindak lanjut dengan berkoordinasi dengan Polres dan Polda jika ada aksi geng remaja yang melakukan kekerasan atau aktivitas yang meresahkan ketertiban masyarakat.

"Begitu pula dengan para orang tua dan lingkungan terdekat juga harus ikut mengawasi. Ini menjadi tugas bersama. Jangan sampai kenakalan-kenakalan remaja ini terus berlangsung dan jika tidak ditertibkan dan tidak diberi tindakan tegas akan terkesan pembiaran," pungkasnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com