detikNews
Selasa 22 Oktober 2019, 22:01 WIB

Rabu Bungkasan, Tradisi di Kota Probolinggo yang Dipercaya Tolak Balak

M Rofiq - detikNews
Rabu Bungkasan, Tradisi di Kota Probolinggo yang Dipercaya Tolak Balak Rabu Bungkasan diperingati dengan pawai obor (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Rabu Bungkasan atau malam rabu di akhir bulan Safar (Tahun baru Islam) digelar warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Tradisi itu digelar dengan pawai obor.

Meski terlihat sederhana, namun ratusan anak-anak dan warga terlihat khidmad mengikuti pawai tersebut. Bahkan tak ketinggalan para orang tua wali santri ikut pawai. Di sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya, warga mengumandangkan selawat serta doa-doa.

"Arti dari tradisi Rabu Bungkasan sendiri adalah tradisi syukuran di akhir bulan Safar yang jatuh pada hari Rabu, bungkasan sendiri berarti pamungkas," sebut Lailatul Nurulnia, salah satu santri yang mengikuti acara obor, Selasa (22/10/2019).

Tradisi semacam ini, kata Lailatul, sebenarnya adalah tradisi umat Islam pada zaman Nabi. Namun sekarang ini tradisi warisan Nabi tersebut sudah jarang ditemui.


Konon disejarah Islam, pada bulan Safar, merupakan bulan yang banyak diturunkan azab dari sang pencipta, seperti bencana alam, dan penyakit pada umat manusia yang banyak melakukan dosa.

"Untuk itu, di penghujung bulan Safar ini, warga mewujudkan ungkapan syukur dengan menggelar tradisi pawai obor Rabu Bungkasan," katanya lagi.

Dijelaskannya, tujuannya agar di bulan-bulan selanjutnya, negeri ini terhindar dari segala musibah bencana alam, apalagi saat ini banyak terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan buruknya cuaca di laut.

"Tujuan Rabu Bungkasan di mana Tuhan menurunkan beberapa penyakit. Sehingga kita dijauhkan dari semua penyakit dan tolak bala, dan juga semoga bencana alam di Indonesia segera selesai," ungkap Lailatul.

Acara kemudian diakhiri dengan membaca doa, yang dipimpin tokoh agama setempat, serta meminum air suci dari 7 mata air. Warga langsung berebut air yang sudah diberi doa-doa tersebut, termasuk juga anak-anak.


Kiai Mukhlas seorang tokoh agama setempat menyampaikan tradisi Rabu Bungkasan saat ini mulai jarang ditemui lagi. Padahal tradisi tersebut merupakan tradisi Islam pada zaman dulu yang sekaligus wadah siar Agama.

"Semoga tolak balak, seperti kebakaran hutan, angin kencang yang saat ini sering terjadi di Jatim, tidak terjadi lagi. Begitu pula balak sifat iri dengki semoga tidak menjadi sifat kita semua, dan terhindar dari penyakit," harapnya sambil memanjatkan doa.

Warga berharap, dengan digelarnya tradisi Rabu Bungkasan ini, warga dapat terhindarkan dari segala musibah, utamanya bencana banjir, tanah longsor seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com