detikNews
2019/10/22 07:27:23 WIB

Slamet Tewas Tertimpa Cabang Pohon Saat Padamkan Hutan di Ponorogo

Charoline Pebrianti - detikNews
Halaman 1 dari 1
Slamet Tewas Tertimpa Cabang Pohon Saat Padamkan Hutan di Ponorogo Foto: Istimewa
Ponorogo - Slamet tewas usai tertimpa cabang pohon pinus yang terbakar. Saat itu, pria 70 tahun tersebut bersama puluhan warga lain memadamkan api di kawasan hutan Desa Klepu, Kecamatan Sooko.

Keikutsertaan Slamet karena dia memiliki lahan di area yang terbakar. Saat berusaha melakukan pemadaman, tanpa sengaja dia tertimpa cabang pohon pinus.

"Meninggalnya Senin (21/10) malam, karena ada pendarahan di kepala. Kemungkinan karena kejatuhan cabang pohon," tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik Setyo Budiono kepada detikcom, Selasa (22/10/2019).

Informasi yang dihimpun BPBD, kebakaran hutan terjadi tepatnya di Petak 161A RPH Sooko, BKPH Wilis Selatan, KPH Lawu DS, Dusun Sambi, Desa Klepu, Kecamatan Sooko.


"Sejak kemarin pukul 11.30 WIB sudah kebakaran, terus warga bersama polisi, TNI dan BPBD berusaha memadamkan api," terang dia.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Slamet tertimpa cabang pohon pinus tepat di kepalanya. Dari kepala korban mengeluarkan darah.

"Korban langsung dibawa ke Puskesmas Sooko untuk mendapatkan perawatan, terus dirujuk ke Rumah Sakit, malamnya meninggal," katanya.

Akibat kejadian ini, pihak BPBD sempat memberikan bantuan sembako kepada keluarga korban sebagai bentuk duka cita.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya Pak Slamet, semoga beliau ditempatkan terbaik di sisi-Nya," imbuhnya.


Luasan kebakaran dugaan sementara mencapai 4 hektare sebab masih bisa meluas ke area lain. Warga bersama petugas yang memadamkan sempat kewalahan. Sebab, medan yang sulit karena di pegunungan serta jauh dari sumber mata air ditambah angin kencang membuat api semakin membesar.

"BPBD Kabupaten Ponorogo, Polsek Sooko, Koramil Sooko bersama warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya dengan cara
membuat ilaran agar api tidak merembet," tukasnya.

Hingga pagi ini, masih tampak kepulan asap dari lahan hutan pinus milik perhutani. Warga diminta waspada dan berhati-hati untuk tidak mendekati lokasi khawatir ada pohon yang tumbang atau cabang berjatuhan.

"Kami ingin warga terus waspada dan berhati-hati, jika ada kebakaran langsung lapor," pungkas dia. "Kami ingin warga terus waspada dan berhati-hati, jika ada kebakaran langsung lapor," pungkas dia.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com