detikNews
Minggu 20 Oktober 2019, 17:41 WIB

Mewah dan Meriahnya Gelaran Jatim Specta Night Carnival di Situbondo

Ghazali Dasuqi - detikNews
Mewah dan Meriahnya Gelaran Jatim Specta Night Carnival di Situbondo Salah satu peserta Jatim Specta Night Carnival (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo - Sebanyak 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) menyuguhkan kesenian unggulannya di Situbondo. Tampilan budaya itu diekspresikan lewat Jatim Specta Night Carnival (JSNC) 2019. Tak heran, suasana mewah dan meriah tersuguh di sepanjang rute yang dilalui peserta JSNC 2019 di kawasan Kota Situbondo.

"JSNC tadi malam itu adalah event yang sangat luar biasa. Tentu ini menjadi kesempatan emas untuk bagi kita memperkenalkan kesenian khas Situbondo, khususnya Tari Landhung," kata Ketua Dewan Kesenian Situbondo Edy Supriyono kepada detikcom, Minggu (20/10/2019).

Melalui ajang JSNC 2019, tampilan tiap daerah di Jawa Timur dan undangan dari DIY seolah mampu menghipnotis penonton. Mereka mengeskspresikan kesenian daerahnya lewat gerakan tari maupun tema kostum dan busana yang terbilang cukup mewah. Kontingen Situbondo sendiri misalnya, sengaja mengusung tema 'Komantan Korong' sebagai kesenian khasnya.

Demikian halnya daerah lain, juga mengusung tema sesuai kesenian khasnya. Di antaranya, kontingen Kediri yang menampilkan tari Macan Putih Millenial, DIY yang menyuguhkan kisah Roro Jonggrang, dan sebagainya.


Tak heran, penampilan sekitar 1.500 peserta dari 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur plus DIY ini cukup memukau ribuan penonton, yang berbaris di luar pagar sepanjang rute yang dilewati JSCN 2019 di Situbondo. Mulai dari sekitar Alun-alun, Jalan Diponegoro, hingga berakhir di Jalan Pemuda Situbondo.

"Acara ini dilaksanakan, satu sisi mempersatukan budaya, di sisi lain agar tuan rumah semakin dikenal," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, saat membuka acara Jatim Specta Night Carnival di Alun-Alun Kota Situbondo, Sabtu (19/10/2019) malam.

Menurut Emil, kabupaten yang berada di penghujung timur, menyimpan banyak potensi yang bisa ditonjolkan. Tak terkecuali Kabupaten Situbondo. Emil juga mengapresiasi tarian khas Situbondo, Tari Landhung, yang menggambarkan garis pantai terpanjang. Yakni garis pantai yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur di jalur pantura, dengan panjang 115 km.

"Saya bersyukur masyarakat Jawa Timur, sangat menjaga budaya," ujar Emil.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto bersyukur kegiatan Jatim Specta Night Carnival ini dilaksanakan di Situbondo. Sebab sangat strategis bagi pengembangan Situbondo ke depan. Menurut dia, secara sumber daya alam, Situbondo punya destinasi yang indah dan keunikan tersendiri yang dibungkus dengan seni budaya.


"Kami sangat berterima kasih kepada pemprov jatim khususnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah mempercayai Situbondo menjadi tuan rumah," ujar Dadang Wigiarto.

Dadang mengemukakan, dua event besar Pemprov Jatim, yaitu puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) sekaligus Hari Kesatuan Gerak PKK dan Jatim Specta Night Carnival yang dipusatkan di Situbondo, mampu memberi dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Perekonomian masyarakat Situbondo sudah bergerak beberapa hari yang lalu.

"Berkat kegiatan ini semua hotel yang ada di Situbondo terisi penuh. Bahkan tamu dari luar daerah yang tidak kebagian hotel, banyak yang menggunakan sekolah serta rumah warga untuk menginap," ujar Bupati Dadang Wigiarto.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com