detikNews
Jumat 18 Oktober 2019, 21:43 WIB

Jelang Pelantikan Presiden, Doa Bersama dan Parade Nusantara di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Jelang Pelantikan Presiden, Doa Bersama dan Parade Nusantara di Kota Malang Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Doa bersama digelar di Alun-Alun Kota Malang untuk bangsa dan negara. Ratusan warga dari berbagai elemen dan komunitas, tokoh lintas agama, TNI, Polri berbaur menjadi satu dalam kegiatan itu. Semangat merajut kebinekaan turut diwujudkan dengan Parade Nusantara.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk Menjaga Stabilitas Kamtibmas Kota Malang dengan ditandai penandatanganan deklarasi damai dan pembentangan bendera Merah Putih berukuran 4X30 meter.

Turut hadir Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, Ketua FKUB Kota Malang KH Ahmad Taufiq Kusuma, dan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi masyarakat lainnya.

Lagu Indonesia Raya dan Satu Nusa Satu Bangsa dikumandangkan sebagai penanda awal kegiatan dilaksanakan pada Jumat (18/10/2019).


Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menyatakan, bahwa Kota Malang merupakan miniatur keberagaman di dunia.

Karena dihuni oleh berbagai macam kalangan yang berbeda-beda dan hidup rukun dalam bingkai persatuan.

"Penguatan Pancasila sebagai ideologi negara merupakan obat dari ancaman yang berkembang di negara kita, terutama tentang perpecahan yang lahir karena perbedaan," kata Dony dalam sambutan.

Dony juga menghimbau masyarakat untuk tetap bisa menjaga situasi Kamtibmas. Apalagi, dalam waktu dekat, akan dilaksanakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Dony mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 berjalan lancar dan aman.

"Mari kita berperan aktif dalam menciptakan Kamtibmas di Kota Malang ini dan agenda penting, yakni pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan digelar 20 Oktober nanti berjalan aman dan lancar" tegasnya.


Sementara Wali Kota Malang Sutiaji juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas di Kota Malang.

Dengan menolak segala tindakan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan serta perpecahan di masyarakat.

"Antusias masyarakat cukup tinggi. Semua ikut berdoa sesuai agama dan keyakinannya masing-masing untuk menciptakan suasana amab dan kondusif di Kota Malang," ucap Sutiaji terpisah.

Kegiatan ini dikatakan, sebagai bentuk semangat kebangsaan yang dimiliki masyarakat Kota Malang. "Ini juga membuktikan bahwa warga Kota Malang cinta damai," pungkasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com