Anak-anak Perantau Wamena yang Pulang ke Jatim akan Dapat Pendidikan Gratis

Anak-anak Perantau Wamena yang Pulang ke Jatim akan Dapat Pendidikan Gratis

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 19:08 WIB
Gubernur Khofifah/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Gubernur Khofifah/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Pemprov bersama Pimpinan Wilayah NU (PWNU) Jatim menyiapkan skenario pendidikan bagi anak-anak perantau asal Jatim yang pulang dari Wamena. Rencananya, anak-anak ini akan mendapatkan pendidikan gratis.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa merinci anak-anak yang berada di jenjang SMP atau Tsanawiyah, SMA atau SMK hingga Aliyah. Mereka akan disekolahkan ke sejumlah pondok pesantren milik PWNU Jatim secara gratis.

"Kami sudah musyawarah dengan pengurus PWNU yang memiliki pondok pesantren yang tersebar di seluruh Jatim untuk menggratiskan sekolah di ponpes bagi putra putri perantau asal Jatim dari Wamena," kata Khofifah saat menyambut 435 perantau Jatim dari Wamena yang menumpang kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Kapal Motor (KM) Dobonsolo, Kamis (17/10).


Hal ini untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak asal Jatim yang kembali ke kampung halamannya akibat kerusuhan di Wamena. Khofifah tidak ingin aktivitas dan proses pendidikan anak-anak ini terhambat atau bahkan terhenti di tengah jalan.

Menurutnya Khofifah, kerusuhan yang terjadi di Wamena ini meninggalkan trauma mendalam bagi perantau asal Jatim. Tidak terkecuali bagi anak-anak yang kehilangan waktunya untuk bersekolah.

"Mereka tinggal masuk saja, Pemprov akan membantu prosesnya. Yang penting mereka bisa tetap bersekolah dan meraih cita-citanya. Mereka ini kan generasi penerus Indonesia," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga melepas kepulangan seluruh perantau asal Jatim dari Wamena ke kampung halamannya masing-masing. Sebanyak 12 bus dan sejumlah elf disiapkan untuk mengangkut sebanyak 435 orang ke sejumlah daerah.

Sebelumnya, mereka diterima di Asrama Transito milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim di Kota Surabaya. Para perantau berasal dari 23 Kabupaten atau Kota di Jatim.


Diantaranya Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Trenggalek. Pemprov Jatim juga memberikan bantuan berupa uang tanggap darurat, pakaian siap pakai dan sembako.

"Mereka didampingi oleh tim dari Dinas Sosial dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Jatim mulai dari proses turun kapal hingga pemulangan. Nantinya mereka akan diserahterimakan kepada Dinsos setempat," terangnya.

Hingga saat ini, terdapat lima kloter perantau Jatim dari Wamena yang kembali pulang ke Bumi Majapahit. Sebelumnya, rombongan pertama datang melalui Semarang sejumlah 43 orang. Kemudian pada 02 Oktober lalu melalui bandara Malang sejumlah 121 orang dan juga melalui Bandara Juanda sejumlah 41 orang. (sun/bdh)