detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 22:55 WIB

135 Warga Probolinggo Asal Wamena Menangis Bisa Pulang Kampung

M Rofiq - detikNews
135 Warga Probolinggo Asal Wamena Menangis Bisa Pulang Kampung Warga Probolinggo pengungsi Wamena tiba di kampung halaman (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Lagi, pengungsi Wamena asal Probolinggo balik ke kampung halamanya. Kali ini 135 warga tiba di Pendopo Bupati Probolinggo, Kamis (17/10/2019) malam. Mereka dijemput menggunakan 2 bus yang disediakan pemerintah setempat.

Ratusan warga yang terkatung-katung di pengungsian tiba di Pendopo Bupati Probolinggo sekitar pukul 20.00 WIB. kedatangan mereka disambut hangat oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Dandim 0820 Letnan (Inf) Imam Wibowo, dan Ketua DPRD Andi Suryanto Wibowo.

Saat turun dari 3 bus, seketika isak tangis pecah dan mewarnai pertemuan pengungsi dengan keluarga yang menjemputnya. Namun, sebelum mereka menginjakkan kaki di halaman rumah, ratusan pengungsi dari 11 kecamatan itu, terlebih dulu makan bersama di Pendopo Bupati di Jalan Ahmad Yani.


Salah satu pengungsi, Yuliana (40), asal Desa Kedawung, Kecamatan Leces mengatakan saat peristiwa kerusuhan terjadi, ia bersama keluarganya berada di rumah. Tiba-tiba datang segerombolan warga pribumi sambil berteriak bunuh dan bakar.

"Sangat mencekam. Saat kerusuhan terjadi, massa datang tiba-tiba membakar tempat tinggal dan tempat usaha kami. Beruntung saat massa mau bakar dan membunuh saya, ada pendeta yang menyelamatkan saya dan warga lainnya. Akhirnya massa kembali," ujarnya saat ditemui di pendopo bupati.

Hal senada juga dikatakan Andiono (30). Pria asal Desa Sumber Bulu, Kecamatan Tegalsiwalan itu mengatakan situasi sampai saat ini di Wamena masih mencekam. Warga pendatang dan warga Wamena saling bentrok. Bahkan tak sedikit warga pendatang diculik oleh gerombolan massa.

"Tidak jarang warga diculik oleh gerombolan massa di sana. Saya dan warga lainnya pilih pulang ke kampung halaman, dari pada menjadi korban. Bahkan tak terpikir lagi untuk kembali," jelas Andiono.


Sebagian besar pengungsi yang berada di pendopo menyatakan situasi di Wamena Papua masih mencekam. aksi anarkisme warga Wamena sangat brutal. Bahkan tak sedikit warga pendatang menjadi korban kekerasan dan penculikan.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Puput Tanriana Sari berharap, warganya yang sudah pulang tidak berencana untuk kembali lagi. Tentunya sampai situasi disana betul-betul kondusif dan aman.

"Kami berharap ke ratusan warga Kabupaten Probolinggo untuk tidak kembali ke daerah konflik di Wamena. Sampai betul-betul dinyatakan kondusif," harapnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com