detikNews
2019/10/16 22:09:28 WIB

Tujuh Anak Muda di Malang Bacakan Dokumen TPF Munir

Muhammad Aminudin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tujuh Anak Muda di Malang Bacakan Dokumen TPF Munir 7 anak muda membacakan dokumen TPF Munir (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Tujuh anak muda di Malang bergiliran membacakan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir. Potret ini seperti menampik pernyataan negara jika dokumen TPF Munir lenyap. Dokumen berjudul 'Kutipan Laporan Akhir TPF Munir' setebal 12 halaman.

Selain pembacaan dokumen TPF Munir yang dimotori KontraS dan Kedai Kalimetro ini, turut juga digelar pemutaran film aktivis HAM Munir Said Thalib yang terbunuh 15 tahun silam. Acara ini digelar di Kedai Kopi Kalimetro Jalan Joyosuko Metro, Kota Malang, Rabu (16/10/2019).

Koordinator KontraS, Yati Andriani mengatakan ketika pemerintah menyatakan bahwa dokumen TPF kasus Munir lenyap atau tidak diketahui keberadaannya. Anak-anak muda disini (Malang) justru bisa membuktikan, jika dokumen tersebut ada.


"Ini singgungan kita, ketika pemerintah menyatakan dokumen TPF Munir dinyatakan hilang atau tidak diketahui keberadaannya, anak-anak muda di sini bisa menunjukkan bahwa dokumen itu, jika mau dicari ada dan sangat mungkin untuk diumumkan," terang Yati kepada wartawan di lokasi.

"Anak-anak muda yang tidak punya otoritas politik bisa membacakan, lantas mengapa negara yang punya otoritas politik, penegakan hukum dan kekuasaan tidak berani?," sambungnya.

Menurut dia, ketika pemerintah bungkam, suara publik adalah kekuatan untuk mendorong adanya penuntasan kasus Munir. Karena, dokumen TPF Munir adalah milik publik, yang semestinya diumumkan oleh pemerintah. Karena TPF dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 111 Tahun 2004 tentang pembentukan Tim Pencari Fakta kasus meninggalnya Munir.

"Kekuatan kita adalah tekanan dan desakan masyarakat. Ketika pemerintah bungkam, kekuatan kita adalah suara publik, untuk kasus-kasus yang belum terselesaikan. Salah satunya Cak Munir. Semoga ini bisa menjadi evaluasi terhadap pemerintah utk segera menyelesaikan kasus munir," ujarnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com