detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 14:53 WIB

Pemilik Rumah yang Ditempati Terduga Teroris di Malang Ngaku Polisi

Muhammad Aminudin - detikNews
Pemilik Rumah yang Ditempati Terduga Teroris di Malang Ngaku Polisi Rumah yang ditempati terduga teroris di Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Pemilik rumah sekaligus mertua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Kota Malang, mengaku sebagai anggota kepolisian. Hal itu disampaikan kepada warga selama ia tinggal di rumah yang beralamat di Jalan Papa Biru II/24 RT 07 RW 15 Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, itu.

"Mertuanya itu mengaku sebagai polisi, katanya dulu pernah jabat Kapolsek di Blitar, terakhir kerja di BNN Surabaya. Namanya Pak Hendri, punya anak bernama Anisa, yang diduga suaminya ditangkap Densus 88 kemarin itu," ujar warga enggan disebutkan namanya ketika ditemui detikcom di lokasi, Rabu (16/10/2019).

Kendati begitu, dia tak berani menjamin apakah Hendri memang anggota kepolisian aktif atau sudah purna tugas. "Hanya mengakunya begitu," kata warga tersebut.

Dikatakan warga itu, Hendri bersama tiga anak dan cucunya, beberapa waktu lalu rutin pulang ke Jalan Papa Biru untuk menghabiskan akhir pekan.


Tak ketinggalan Anisa bersama suaminya selalu ikut serta. Hendri diketahui memiliki tiga orang anak, Anisa merupakan anak sulung.

"Yang bungsu perempuan dan masih kuliah. Mereka sepertinya tinggal di Kediri, kadang Sabtu-Minggu pulang kesini (Papa Biru). Semua anak dan cucunya diajak juga," terang pria itu.

Seperti orang tuanya, Anisa bersama suaminya jarang sekali tinggal di rumah bercat putih gading itu. Terkadang mereka datang untuk singgah, seperti ketika sebelum ditangkap oleh Densus 88 kemarin.

"Mungkin datangnya malam. Saya ketemu dan suami itu menyapa. Berboncengan naik motor milik adiknya. Kemana perginya, saya tidak tahu, kemudian sorenya datang polisi (Densus) bawa 5 mobil," beber pria paruh baya ini.

Pria ini mengaku, pemilik rumah terkesan arogan. Berbeda dengan Anisa dan suaminya. "Kalau bapaknya itu sedikit arogan," kesalnya.

Adik bungsu Anisa yang berkuliah di salah perguruan tinggi negeri di Kota Malang, juga jarang menempati rumah yang baru dua tahun ini direnovasi.



"Adiknya juga jarang menempati, mungkin karena sendirian itu ya?," cetusnya. Sepengetahuan dia, rumah berlantai dua tersebut, dilengkapi dengan perabotan layaknya rumah yang biasa ditinggali.

"Perabotan rumahnya lengkap, ada kursi, meja, tempat tidur. Tapi memang jarang ditinggali," pungkasnya.

Pantauan detikcom, rumah terlihat dalam kondisi tanpa penghuni. Pagar teras rumah juga terkunci. Tidak satupun yang mengetahui keberadaan pemilik rumah dan anak-anaknya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com