detikNews
Rabu 16 Oktober 2019, 12:57 WIB

Imunisasi Dasar Lengkap Jadi Syarat Anak Masuk PAUD dan TK di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Imunisasi Dasar Lengkap Jadi Syarat Anak Masuk PAUD dan TK di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Pemkab Mojokerto menetapkan sertifikat imunisasi dasar menjadi salah satu syarat yang harus dilengkapi para orang tua jika anaknya ingin masuk ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK). Kebijakan ini untuk memperluas cakupan imunasi dasar lengkap bagi anak-anak di Bumi Majapahit.

Kebijakan baru ini diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 40 tahun 2019 tentang Sertifikasi Imunisasi Dasar di Kabupaten Mojokerto. Anak-anak balita yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap diberikan sertifikat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dan istrinya Yayuk Pungkasiadi menyerahkan sertifikat imunisasi dasar lengkap terhadap 54 balita. Puluhan balita tersebut merupakan perwakilan dari 27 puskesmas di 18 kecamatan Kabupaten Mojokerto. Selain menjabat Ketua Tim Penggerak PKK, Yayuk juga menjadi Ketua Forum Mojokerto Sehat.

Pungkasiadi mengatakan, sertifikasi imunisasi dasar lengkap (IDL) menjadi salah satu upaya Pemkab Mojokerto mendidik para orang tua untuk menjaga kesehatan anak mereka. Agar para orang tua memperhatikan kelengkapan imunisasi anaknya, pihaknya menjadikan sertifikat IDL sebagai salah satu syarat saat mendaftar ke sekolah PAUD dan TK.


"Sertifikat ini menjadi syarat anak masuk TK dan PAUD. Kami tidak melarang anak untuk sekolah. Kalau imunisasi dasarnya belum lengkap, kami bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk diimunisasi secara gratis. Upaya ini untuk melindungi anak-anak kita supaya menjadi generasi sehat," kata Pungkasiadi usai menyerahkan sertifikat IDL di Graha Maja Tama, Kantor Bupati Mojokerto, Jalan A Yani, Rabu (16/10/2019).

Imunisasi dasar lengkap wajib didapatkan setiap anak mulai usia 0 sampai 24 bulan. Meliputi imunisasi Hepatitis BO untuk bayi 0-24 jam, BCG dan Polio 1 untuk bayi 1 bulan, DPT, HB, Hib 1 untuk bayi 2 bulan, DPT, HB, Hib 2 dan Polio 3 untuk bayi 3 bulan, DPT, HB, Hib 3, Polio 4 dan IPV untuk bayi 4 bulan, Campak dan Measles Rubella (MR) untuk bayi 9 bulan, serta DPT, HB, Hib 4 dan MR 2 untuk anak usia 18-24 bulan.

Di samping itu, lanjut Pungkasiadi, penyakit TBC juga menjadi perhatian khusus Pemkab Mojokerto. Pihaknya telah mengeluarkan Perbup nomor 18 tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah untuk Menanggulangi TBC.

"Penyakit TBC patut diwaspadai. Dalam rencana aksi daerah, kami melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menekan TBC," terangnya.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin menambahkan, imunisasi dasar lengkap bagi balita sangat penting untuk mencegah anak-anak terjangkit berbagai penyakit. Dia mencontohkan angka kasus Difteri di Jatim yang menjadi tertinggi di Indonesia. Karena jumlah korban meninggal akibat penyakit ini mencapai 58 jiwa.

"Itu salah satunya akibat IDL yang tidak lengkap. Oleh sebab itu, dengan inovasi sertifikasi ini kami harapkan dapat meningkatkan cakupan IDL di Kabupaten Mojokerto," tandasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com