detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 14:43 WIB

Water Cannon Bubarkan Unjuk Rasa di Depan Balai Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Water Cannon Bubarkan Unjuk Rasa di Depan Balai Kota Malang Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang - Water cannon membubarkan paksa unjuk rasa di depan Balai Kota Malang. Penyebabnya, massa yang menggelorakan sejumlah tuntutan itu sudah bertindak anarkistis.

Mereka melemparkan benda-benda keras ke arah petugas pengamanan. Beberapa orang yang diduga menjadi provokator diamankan oleh petugas.

Tindakan secara tepat dan terukur oleh kepolisian atas pembubaran aksi di atas merupakan bagian dari simulasi sistem pengamanan (sispam) pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 yang digelar depan Balai Kota Malang hari ini.

Sispam digelar Polres Malang Kota ini turut dihadiri Wakapolda Jatim Irjen Toni Harmanto bersama pejabat utama Polda Jatim dan sejumlah kapolres jajaran.


Water Canon Bubarkan Aksi Unjuk Rasa di Depan Balai Kota MalangFoto: Muhammad Aminudin/detikcom

Sebanyak 860 personel gabungan dilibatkan dalam sispam tersebut, di antaranya Polwan yang mengumandangkan Asmaul Husna untuk menjaga situasi unjuk rasa tetap adem.

Dalam arahannya, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menyatakan pengamanan unjuk rasa akan dilakukan sesuai dengan SOP (standard operating procedure), situasi juga diharapkan tetap kondusif.

"Kami kedepankan Jogo Jawa timur dan Jogo Malang Kota kondusif, dan simulasi ini sebagai bentuk kesiapan kita dalam kegiatan pengamanan sampai 20 Oktober 2019 saat pelantikan presiden dan wakil presiden," ujarnya.


"Juga saya sampaikan kepada seluruh personel agar bisa semaksimal mungkin mengantisipasi hal-hal yang bisa mengakibatkan terjadinya suatu kericuhan," ucap Dony.

Sementara itu, Wakapolda Jawa Timur Irjen Toni Harmanto memastikan Polri siap mengawal dan mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden yang digelar 20 Oktober 2019.

"Kami siap mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden, yang dijadwalkan 20 Oktober nanti," tegas Toni menjawab pertanyaan awak media.




Tonton video Demo 15-20 Oktober Dilarang, MPR: Kami Harap Adik-adik BEM Maklum:

[Gambas:Video 20detik]




(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com