detikNews
2019/10/14 18:09:39 WIB

Beban Keuangan Bengkak Rp 12 M, Pemkot Mojokerto Harap Iuran BPJS Tak Naik

Enggran Eko Budianto - detikNews
Halaman 2 dari 2
Beban Keuangan Bengkak Rp 12 M, Pemkot Mojokerto Harap Iuran BPJS Tak Naik BPJS Kesehatan/Foto: Enggran Eko Budianto

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Mojokerto Hatta Amrulloh berharap, iuran BPJS Kesehatan tidak jadi dinaikkan pada tahun depan. Karena pihaknya belum mengantisipasi rencana kenaikan iuran tersebut. Menurut dia, alokasi APBD tahun 2020 untuk membayar iuran BPJS Kesehatan tetap sama seperti tahun ini, yaitu Rp 17 miliar.

"Kalau bisa, mohon maaf ya, karena kami tidak pernah wanprestasi dalam membayar iuran BPJS Kesehatan warga kami, tentunya kami akan bingung kalau iuran dinaikkan," terangnya.

Tahun ini, lanjut Hatta, Pemkot Mojokerto mengalokasikan Rp 17 miliar untuk membayar iuran warga yang belum tercover Jaminas Kesehatan Nasional maupun asuransi swasta. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan data yang dirilis BPJS Kesehatan Mojokerto karena bersifat alokatif.

"Itu alokasi kalau ada tambahan PBI daerah dari angka kelahiran atau mutasi penduduk masuk," jelasnya.


Jika pemerintah pusat tetap menaikkan iuran BPJS Kesehatan 2020 nanti, tambah Hatta, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Pemkot Mojokerto akan berusaha untuk membayar iuran bagi warganya.

Solusi untuk menambah anggaran hingga Rp 12 miliar akan dibahas oleh Tim Anggaran Pemkot bersama DPRD Kota Mojokerto. Namun pembahasan itu menunggu Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan 2020.

"Peningkatan pelayanan kesehatan wajib hukumnya. Kami sudah melaksanakan kewajiban dengan membayar premi, tidak pernah nunggak. Harapan kami BPJS Kesehatan juga meningkatkan pelayanan untuk mengcover faskes agar lebih maksimal. Karena selama ini BPJS ada tunggakan di rumah sakit," tandasnya.

BPJS Kesehatan merilis daftar kenaikan iuran yang direncanakan naik per 1 Januari 2020:

1. PBI pusat dan daerah Rp 42.000 dari Rp 23.000/bulan/jiwa
2. Kelas I menjadi Rp 160.000 dari Rp 80.000/bulan/jiwa
3. Kelas II menjadi Rp 110.000 dari Rp 51.000/bulan/jiwa
4. Kelas III menjadi Rp 42.000 dari Rp 25.500/bulan/jiwa
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com