detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 21:15 WIB

Fenomena Remaja di Surabaya, Polisi: Harus Ditangani Serius

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Fenomena Remaja di Surabaya, Polisi: Harus Ditangani Serius Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Surabaya - Fenomena kenakalan remaja di Kota Surabaya menjadi perhatian khusus Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya. Sebanyak 65 anak-anak yang terpapar geng Jawara dan All Star dikumpulkan dan diberi motivasi agar kembali baik.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan fenomena kenalan anak-anak di Kota Surabaya menjadi perhatian serius kepolisian.

"Fenomena kenakalan anak-anak harus ditindaklanjuti dengan serius. Bahwa anak-anak sebagai penerus bangsa, penerus pembangunan, dan kemajuan," kata Sandi Nugroho kepada detikcom di Mal Pelayanan Publik Siola, Kamis, (10/10/2019).


Sandi mengaku pihaknya akan bersama-sama Pemkot Surabaya serius menangani persoalan ini agar ke depan tidak muncul kejadian serupa.

"Kami bersama-sama Ibu Wali Kota akan menangani secara serius, agar anak-anak menjadi lebih baik ke depan, guyub rukun bangun Suroboyo," ungkap Sandi.

Sandi menegaskan, dalam penanganannya, pihaknya akan secara maksimal melakukan deteksi dini dengan mengerahkan seluruh jajaran Polrestabes Surabaya serta jajaran samping, seperti TNI dan Pemkot Surabaya.

"Segala unsur akan kami libatkan semuanya, bukan hanya Bhabinkamtibmas, bisa juga dari Babinsa, bisa dari Satpol PP, serta tokoh masyarakat, bahkan tokoh agama untuk bisa maksimal menangani anak-anak nakal tadi," ungkap Sandi.


Sandi juga menjelaskan, apabila ada kejadian yang mengganggu keamanan dan ketertiban Kota Surabaya, ia meminta dilaporkan kepada polisi melalui aplikasi Jogo Suroboyo.

"Tolong difotokan melalui aplikasi itu, nanti akan kami tindak lanjuti," tegas Sandi.

Sandi berharap tawuran tidak terjadi lagi. Bahkan ia memastikan, dengan kemajuan teknologi saat ini, pihaknya lebih tahu pergerakan geng-geng ini, sehingga beberapa kali pun akan dibubarkan oleh pihak kepolisian.

"Jadi kami bisa memonitor adik-adik ini, makanya kami bubarkan," tandas Sandi.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com