detikNews
Kamis 10 Oktober 2019, 08:50 WIB

Perantau Trenggalek di Wamena Masih Dilanda Trauma

Adhar Muttaqin - detikNews
Perantau Trenggalek di Wamena Masih Dilanda Trauma Sekda Trenggalek Joko Irianto menjenguk para pengungsi di Jayapura bersama Ketua TP PKK, Novita Hardini/Foto: Istimewa
Trenggalek - Sejumlah warga Trenggalek yang ada di Wamena masih berada di tempat pengungsian. Sebagian besar warga masih trauma dengan kerusuhan yang terjadi pada 23 September lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek Joko Irianto mengatakan, para pengungsi rata-rata masih terbayang-bayang peristiwa kelam pembakaran hingga aksi lainnya. Bahkan beberapa di antaranya masih takut untuk kembali ke Wamena.

"Kami menyadari traumatik dari warga memang tidak bisa hilang dengan cepat, harus perlahan-lahan," kata Joko Irianto saat menjenguk para pengungsi di Jayapura bersama Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini, Kamis (10/10/2019).


Dari hasil komunikasi dengan para pengungsi, sebagian masih berkeinginan untuk pulang ke Trenggalek. Sedangkan beberapa di antaranya memilih bertahan di Jayapura. Sambil menunggu situasi benar-benar pulih seperti sedia kala dan akan kembali ke Wamena.

"Sebetulnya sudah ada imbauan dari pemerintah setempat agar para pendatang tidak meninggalkan Wamena, karena kondisi sudah aman dan mereka bisa memulihkan kondisi ekonomi. Tapi mungkin ada yang masih trauma sehingga berharap bisa menenangkan diri dulu dengan pulang ke kampung halaman," imbuhnya.

Terkait keinginan sebagian pengungsi untuk pulang ke Trenggalek, Sekda Joko mengaku pemerintah daerah akan mengupayakan semaksimal mungkin. Agar bisa segera memfasilitasi proses pemulangannya.

"Kami akan mencari jalan tengah, agar masyarakat bisa kita berangkatkan ke Trenggalek. Tapi kalau memang nanti tidak bisa ya nanti kita cari cara khusus. Seperti memberi subsidi untuk tiket untuk mereka," lanjut Joko.

Menurutnya, Jumat (11/10) pihaknya akan memberikan kepastian terkait proses pemulangan perantau asal Trenggalek tersebut. Untuk sementara Pemkab Trenggalek memberikan uang saku kepada pengungsi yang ada di Jayapura.


Sementara Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini mengatakan, para pengungsi saat ini membutuhkan pendampingan. Sehingga bisa terbebas dari trauma mendalam atas kerusuhan sebelumnya. Mengingat beberapa warga kehilangan seluruh harta bendanya termasuk tempat tinggal akibat dibakar.

"Makanya kami datang ke sini untuk melihat langsung kondisi warga. Untuk warga yang nantinya pulang ke Trenggalek, pemerintah akan berupaya memberikan pendampingan. Trauma healing hingga akses lapangan pekerjaan," katanya.

Meski demikian, Novita optimistis kondisi di Wamena akan segera pulih seperti sebelumnya. Kemudian masyarakat bisa kembali beraktivitas normal. Pihaknya berharap seluruh korban kerusuhan Wamena bisa segera bangkit dari trauma dan keterpurukan.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com