Ini Pesan Kapolresta Malang ke Pelajar Agar Tak Mudah Terprovokasi

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 30 Sep 2019 17:13 WIB
Kapolresta Malang jadi inspektur upacara/Foto: Muhammad Aminudin
Surabaya - Upaya menjaga kondusivitas Kota Malang terus dilakukan aparat kepolisian. Salah satunya, dengan menjadi inspektur upacara. Seperti yang dilakukan oleh Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander di SMA Negeri 1 Malang.

Langkah ini bertujuan mencegah para pelajar termakan provokasi untuk berunjuk rasa yang berpotensi adanya kekerasan.

Sejumlah pesan disampaikan Dony saat menjadi inspektur upacara. Dandim 0833 Kota Malang Letkol (inf) Tommy Anderson turut serta mendampingi dalam kegiatan yang digelar, Senin (30/9/2019).

Pertama Dony menyampaikan akan bahaya narkotika. Zat yang terkandung di dalamnya bisa merusak saraf otak orang yang mengonsumi.

"Lebih berbahaya lagi, membawa orang yang mengonsumsi melakukan tindak kriminal. Hal ini tentu sangat merugikan baik bagi pelajar maupun orang tua dan keluarga. Maka dari itu, tolong hindari narkoba," ungkap Dony dihadapan pelajar.


Selanjutnya Dony menyatakan, agar para pelajar mampu menahan diri. Tidak mudah untuk diprovokasi sampai bertindak melawan hukum. Seperti sampai terjadinya perkelahian pelajar yang bisa mengakibatkan jatuhnya korban.

Dony mengajak, para guru bisa menjalin komunikasi yang baik anak didiknya. Sehingga mampu mencegah provokasi ikut berunjuk rasa, yang cenderung membawa dampak negatif bagi pelajar itu sendiri.

"Para bapak dan ibu guru bisa menjalin komunikasi dan hubungan emosional dengan anak didiknya. Sehingga pelajar tidak mudah terpengaruh informasi yang cenderung membawa dampak negatif. Pelajar juga demikian, harus bisa mentaati segala peraturan di sekolah. Dan lebih mementingkan untuk menimba ilmu yang diberikan oleh para guru," ucap kapolresta.

Dia menegaskan, dalam momentum upacara bendera yang dilaksanakan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan saling tukar informasi terkait persoalan pada dunia pendidikan, hingga bisa dicarikan jalan keluarnya.

"Banyak persoalan yang kerap kali melibatkan pelajar. Contohnya perkelahian, narkoba, pornografi dan yang baru-baru ini adalah pelajar ikut unjuk rasa. Semua bisa dicegah dengan terus saling menjalin komunikasi yang baik. Jika ada persoalan, segera bisa dicarikan jalan keluarnya," pungkasnya.

Simak Video "Pendeta Papua Temui Gubernur Jatim"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)