detikNews
Minggu 29 September 2019, 07:27 WIB

Polisi Tulungagung dan Trenggalek Doa Bersama untuk Randi dan Yusuf

Adhar Muttaqin - detikNews
Polisi Tulungagung dan Trenggalek Doa Bersama untuk  Randi dan Yusuf Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Jatuhnya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa mahasiswa beberapa hari yang lalu menjadi keprihatinan aparat kepolisian di Tulungagung dan Trenggalek. Polisi menggelar doa bersama hingga salat gaib untuk para korban.

Di Tulungagung, jajaran menggelar doa bersama di STAI Muhammadiyah, untuk mendoakan almarhum Immawan Randy, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang meninggal dunia akibat tertembak saat berunjukrasa, serta Yusuf Kardawi yang meninggal akibat pukulan benda tumpul.

Wakapolres Ki Ide Bagus Tri mengatakan doa bersama mahasiswa STAI Muhammadiyah dan aktivis IMM Tulungagung tersebut merupakan salah satu bentuk simpati dan keprihatinan jajaran kepolisian atas kejadian di Kendari dan daerah lain.


"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya adik kita di Kendari, semoga mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," kata Ide Bagus.

Pihaknya juga meyakinkan polisi akan melakukan pengusutan kasus tersebut dengan melakukan investigasi lebih lanjut. Komitmen itu telah ditegaskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Polri tidak main-main dengan pejabat Polri yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik," ujarnya.

Di sisi lain pihaknya mengaku salut dengan ribuan mahasiswa Tulungagung yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi dengan aman dan tertib. Sehingga tidak terjadi ketegangan maupun bentrok dengan pihak manapun.

Meskipun menerima dengan baik kedatangan aparat kepolisian dan menggelar doa bersama, para aktivis IMM Tulungagung tetap menyuarakan agar kasus kematian Randy serta Yusuf diusut tuntas.

"IMM tetap menuntut penyelesaian kasus kriminalisasi aktivis. Mahasiswa hanya menyampaikan aspirasi dari rakyat malah jadi korban," Ketua IMM Tulungagung, Siti Noviah.


Hal senada disampaikan Ketua BEM STAI Muhammadiyah Tulungagung, Alfian Maulana. Namun pihaknya juga mengapresiasi polisi yang sudah proaktif untuk mendatangi kampus sebagai bentuk perhatian atas kasus di Kendari.

Kegiatan serupa juga dilakukan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak bersama jajarannya. Aparat kepolisian mendatangi kampus STIT Sunan Giri dan menggelar salat gaib serta doa bersama untuk mendoakan para mahasiswa yang tutup usia saat unjuk rasa.

"Kami segenap anggota Polri ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Immawan Randy dan Muh Yusuf Kardawi mahasiswa Halu Oleo Kendari. Semoga Husnul Khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," ucap Jean.


Senjata Apa yang Tewaskan Mahasiswa Kendari? Polisi Akan Uji Balistik:

[Gambas:Video 20detik]




(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com