detikNews
2019/09/27 21:01:18 WIB

Perusahaan Investasi Bodong di Mojokerto Serang Balik Korban

Enggran Eko Budianto - detikNews
Halaman 3 dari 3
Perusahaan Investasi Bodong di Mojokerto Serang Balik Korban Saat pihak PT RHS Group mendatangi Mapolres Mojokerto Kota/Foto: Enggran Eko Budianto

Kasus investasi bodong ini sudah pada tahap penyidikan. Namun, polisi belum menetapkan tersangka. Saat ini Polres Mojokerto Kota membentuk tim khusus berjumlah 10 penyidik untuk memeriksa ulang para korban dan terlapor, Dwi Sanyoto.

"Karena versi korban dan terlapor berbeda. Kami harus bijak, kami cek alat bukti apa saja yang bisa mengarah pada tersangka," tandasnya.

Sementara Ketua Divisi Sosial PT RHS Mojokerto Sumargi menyatakan, jumlah penanam modal mencapai 565 orang. Total nilai investasi mereka Rp 21,5 miliar. Dana seluruh investor sampai saat ini belum kembali. Pihaknya berjanji akan mengembalikan dana tersebut setelah Waterpark Chenoa di Nglegok, Blitar laku terjual.


Dana puluhan miliar itu selama ini mengalir ke rekening Direktur Utama PT RHS Group M Ainur Rofiq yang berdomisili di Blitar. Investasi itu diputar dalam bisnis 8 toko bahan bangunan di Blitar dan Kediri, serta pengembangan Waterpark Chenoa.

Selain memberi bagi hasil 5 persen tiap bulan kepada investor, PT RHS Group juga memberi bonus 5 persen kepada investor yang berhasil mengajak penanam modal baru. Bonus itu diberikan satu kali. Namun, bagi hasil 5 persen mandek sejak April 2018.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com