detikNews
Rabu 25 September 2019, 15:45 WIB

Kebakaran di Gunung Semeru Meluas, Jalur Pendakian Ditutup

Muhammad Aminudin - detikNews
Kebakaran di Gunung Semeru Meluas, Jalur Pendakian Ditutup Foto: dok. Istimewa
Malang - Kebakaran di Gunung Semeru semakin luas. Petugas gabungan terus berupaya memadamkan area lahan yang terbakar. Jalur pendakian ditutup total.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) John Kennedie menyatakan area yang terbakar semakin luas. Memasuki hari keempat ini, tercatat kebakaran telah mencapai 60,4 hektare.

"Kawasan yang terbakar makin luas, dari sebelumnya 20 hektare kini menjadi 60,4 hektare. Itu tercatat dari upaya pemadaman pada hari keempat ini," ungkap John kepada detikcom, Rabu (25/9/2019).

John menyebut lahan yang terbakar masih berupa vegetasi yang tumbuh di kawasan Blok Pusung Gendero, Ayek-Ayek, Ungup-Ungup, dan Batu Tulis, yang berada di wilayah Resor Ranupane.


"Dan yang terbakar adalah semak-semak, krinyu, serasah dan rumput, genggeng, pakis, akasia, dan cemara. Semua masuk wilayah Resor Ranupane," beber John.

Dia mengatakan jalur pendakian ditutup total selama proses pemadaman. Para pendaki yang sudah berada di kawasan Resor Ranupane dan Ranu Kumbolo telah dievakuasi turun meninggalkan area tersebut.

"Tetap jalur pendakian, kami tutup total. Karena titik api sebagian berada di jalur pendakian," ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam pantauan terakhir, terlihat empat titik api yang belum dapat dikendalikan. Langkah pemadaman juga banyak menemukan kendala, di antaranya wilayah lokasi titik api yang bertebing dan berbukit.


"Api sulit dikendalikan, juga karena pengaruh angin kencang. Vegetasi yang ada kemudian mudah tersulut api," imbuhnya.

BB TNBTS selaku pengelola kawasan dibantu tim gabungan telah memetakan penanganan titik api.

Tim gabungan dibagi, menyebar ke sejumlah titik. "Kami ada tiga langkah penanganan kebakaran dengan membagi tim ke sejumlah titik. Untuk teknik pemadaman dilakukan seperti sebelumnya, dengan jalan mendekati titik api yang bisa dijangkau," terangnya.

"Kemudian cara mematikannya dengan jetshoter, gepyok atau pakai ranting pohon, serta membuat sekat pada medan datar agar tidak meluas. Sedangkan pada medan tebing terjal dan sulit dijangkau, dilakukan pemantauan arah angin, dan faktor keselamatan pemadam tetap kita tekankan pada masing-masing personel," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com