detikNews
2019/09/22 23:41:41 WIB

DPP PKB Minta Kenaikan Cukai Rokok Tidak Sampai 23 Persen

Suparno - detikNews
Halaman 1 dari 3
DPP PKB Minta Kenaikan Cukai Rokok Tidak Sampai 23 Persen DPP PKB bersama pengusaha dan pekerja rokok se-Jatim/Foto: Suparno
Sidoarjo - DPP PKB meminta pemerintah mempertimbangkan rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen. Kenaikan tersebut dinilai akan berdampak kepada pekerja rokok dan petani tembakau.

Ketua DPP PKB bidang Ketenagakerjaan dan Migran Dita Indah Sari mengatakan, kenaikan cukai sebesar 23 persen terlalu besar. Dua kali lipat dari kenaikan di 2018 yang rata-rata sebesar 10,48 persen.

"Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen, dan harga jual eceran rokok sebesar 35 persen pada tahun 2020. Akan menimbulkan persoalan serius bagi industri tembakau," kata Dita usai melakukan pertemuan kepada pekerja dan pengusaha rokok di Sidoarjo, Minggu (22/9/2019).


Menurutnya, kenaikan yang sangat besar tersebut akan menekan tingkat konsumsi yang berdampak pada tergerusnya volume produksi. Dampak yang lebih besarnya adalah petani dan pegawai pabrik rokok yang akan menanggung akibatnya.

Industri Hasil Tembakau (IHT) mampu menyerap sekitar 7 juta tenaga kerja. IHT juga memiliki keterkaitan dapat terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor lain. Seperti penyerapan tenaga kerja pedagang eceran 2,9 juta, 150 ribu buruh pabrik rokok, 60 ribu karyawan pabrik rokok, 1,6 juta petani cengkeh dan 2,3 juta petani tembakau.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com