detikNews
2019/09/19 07:37:58 WIB

Round-up

Saat Dinkes dan Polisi Pasuruan Angkat Bicara Soal Ningsih Tinampi

Suki Nurhalim - detikNews
Halaman 1 dari 3
Saat Dinkes dan Polisi Pasuruan Angkat Bicara Soal Ningsih Tinampi Saat Ningsih Tinampi mengobati pasien/Foto file: Muhajir Arifin
Surabaya - Dinkes Kabupaten Pasuruan dan polisi setempat angkat bicara soal praktik pengobatan yang dilakukan Ningsih Tinampi. Dinkes berbicara soal proses pengobatan yang di luar medis sedangkan polisi menyoroti soal keamanan.

Pengobatan alternatif Ningsih Tinampi yang viral menarik perhatian Dinkes. Pengobatan yang dilakukan Ningsih dinilai tidak masuk akal. Terlebih jika dilihat dari sisi medis.

"Dari sisi medis, itu sesuatu yang nggak masuk akal. Secara medis sudah nggak nyambung, sehingga di luar jangkauan saya untuk memberikan komentar praktik pengobatan tersebut," kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Pasuruan, Ugik Setyo Darmoko, Rabu (18/9).


"Tetapi ada satu hal yang harus disampaikan dan diketahui oleh masyarakat luas bahwa pengobatan seperti ini kan tak bisa dipertanggungjawabkan. Hasil dari pengobatan tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan karena memang nggak ada sisi ilmiahnya," imbuhnya.

Ugik mengaku sudah menerima laporan dari stafnya terkait praktik pengobatan Ningsih Tinampi. Ia juga mengetahui berbagai keluhan medis pasien dan cara mengobatinya dari video dan pemberitaan. Ningsih mengobati pasien dengan cara membaca Surat Al-Fatihah, mengobrol dengan pasien serta melakukan tindakan seperti pijat dan lain-lain. Ningsih menyakini hampir semua pasien yang datang padanya terkena santet.

"Yang kami kekhawatiran begini ya, kalau pasien ini jelas-jelas ada gangguan medis. Misalnya ada permasalahan dengan levernya, kemudian sampai muntah darah, lalu dianggap itu santet. Ini yang bahaya karena akan dilakukan penanganan yang tidak semestinya. Ujung-ujungnya nanti, ya maaf ya, adalah duit. Artinya, masyarakat yang polos nanti cenderung akan diambil keuntungannya," papar Ugik.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com